Dibuntuti dari Bank, Dua Karyawan Diancam

oleh
Lokasi pabrik besi PT Karya Hasil Jl Raya Bypass Krian Desa Tambak Kemerakan Krian.

SIDOARJO – Aksi perampokan kembali terjadi di wilayah hukum Polres Sidoarjo. Jumat (2/8), uang Rp 407 juta milik PT Hasil Karya Krian (HKK), raib digondol komplotan penjahat.

Sewaktu kejadian para pelaku beraksi di area pabrik besi yang berada di Jalan Raya Bypass Krian KM 29,3, Kelurahan Tambak Kemerakan, Kecamatan Krian.

Menurut informasi yang dihimpun, perampokan uang perusahaan yang terjadi sekitar pukul 11.15, sebelum salat Jumat itu diduga dilakukan lebih dari dua pelaku.

Kejadian diawali ketika dua karyawan pabrik, Rianto (45), warga Dusun Jrebeng, Desa Sidomulyo, Kecamatan Krian, bersama Mujahit (40), warga Krajan Timur, Kelurahan Krian, mengambil uang di BCA Krian menggunakan mobil operasional jenis Innova.

Setelah mengambil uang dari bank sebesar 407 juta, selanjutnya uang dimasukkan ke dalam kantong plastik warna merah dan dibawa oleh Rianto. Saksi kemudian masuk mobil. Saat itu Innova dikemudikan oleh Mujahit. Kedua karyawan ini lalu berangkat menuju ke perusahaan.

Setelah mobil memasuki areal PT HKK, tiba-tiba datang dua pelaku dan langsung mendekati mobil. Para pelaku lalu mengancam kedua saksi dengan pisau dan merampas uang dalam kantong plastik dari tangan Rianto. “Benar ada kejadian perampokan hingga menyebabkan PT HKK kehilangan uang sebesar Rp 407 juta. Anggota masih melakukan penyelidikan dan juga mengolah tempat kejadian perkara (TKP),” kata Kapolsek Krian Kompol Muhamad Kholil, kemarin.

Kapolsek menambahkan, kedua karyawan yang membawa uang milik perusahaan tidak mampu berbuat banya. Hal itu karena pelaku mengancamnya dengan pisau. “Setelah mendapat uang itu, pelaku langsung kabur dengan motor ke arah barat. Diperkirakan pelaku ada empat orang, dua masuk dan dua lainnya menunggu di luar,” imbuh Kholil.

Lanjut kapolsek, setelah kejadian itu pihak perusahaan langsung melaporkannya ke Mapolsek Krian. Hingga kini, polisi masih memeriksa saksi-saksi terkait perampokan uang perusahaan tersebut. “Anggota di lapangan masih bekerja. Para saksi juga dimintai keterangan terkait kejadian ini. Mudah-mudahan cepat terungkap,” pungkas Muhamad Kholil. (dar/jok/nov)