Serahkan Belasan Motor Hasil Kejahatan ke Pemilik

oleh
Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sabhan menyerahkan motor jenis roda tiga ke korban yang dicuri sekitar 4 tahun silam.

LUMAJANG – Sedikitnya ada 11 motor hasil kejahatan dikembalikan ke pemiliknya oleh Kapolres Lumajang AKBP Arsal Sabhan, Kamis (8/8) pagi.

Sementara, para korbannya tidak hanya dari Lumajang saja melainkan juga dari berbagai kota di Jatim.

Operasi motor bodong door to door ke kampung-kampung yang digalakkan Polres Lumajang, telah berhasil menemukan ratusan kendaraan hasil kejahatan tersebut.

Mulai dari hasil begal, curanmor dan kasus perampokan rumah dengan sasaran motor. Kapolres Lumajang telah 3 kali merilis kendaraan yang ditemukan kepada publik melalui Faceboook grup ‘sahabat MAS’.

Di mana rilis pertama sebanyak 45 motor, rilis kedua ada 52 motor dan terakhir 27 motor temuan hasil kejahatan. Semuanya diperoleh dari kegiatan operasi motor bodong dengan cara door to door ke desa-desa di wilayah hukum Polres Lumajang.

Di antaranya di Desa Kalidilem, Wonoayu, dan Sumberwringin serta dalam kegiatan pengungkapan dari patroli Tim Cobra. Dari hasil rilis tersebut, ada 11 motor yang dikembalilan ke pemiliknya yang datang ke Mapolres Lumajang, setelah mengetahui share dari Facebook grup ‘sahabat MAS’.

Pemilik kendaraan tersebut datang dari berbagai kota di Jawa Timur antara lain Malang, Surabaya, Jember, Probolinggo, Pasuruan dan dari Lumajang sendiri. Dari hasil komunikasi dengan pemilik kendaraan,  diketahui kendaraan tersebut ada yang diperoleh dengan cara dijarah di depan rumah, di depan masjid dan ada yang diambil dengan cara dibegal sehingga pemilik kendaraan tewas akibat luka bacok.

Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban menerangkan, operasi motor bodong door to door sangat efektif untuk mengurai masalah begal dan curanmor di wilayah Lumajang.

“Dengan aksi yang kami berikan ini memberikan sinyal kepada masyarakat untuk tidak membeli motor bodong. Karena di balik itu ada orang yang menderita bahkan ada  yang meninggal hanya untuk mendapatkan motor tersebut,” kata Arsal.

Dijelaskan pula bahwa pengembalian motor ini menjadi bukti nyata apa yang sering disampaikan ke masyarakat bahwa ada korban di balik itu semua. “Ternyata semua motor yang kami kembalikan adalah korban kejahatan, bahkan ada di antara motor yang saya kembalikan ini korbannya meninggal karena dibegal,” pungkas Arsal. (tri/nov)

Data 11 kendaraan yang dikembalikan ke pemiliknya :

  1. Kaisar Triseda warna hitam milik Suryo Fitri (Citrodiwangsan, Lumajang) di desa Sumber Wringin, Klakah.
  2. Yamaha Mio putih milik Purnomo (Gunung Kramat, Surabaya) Hasil operasi wilayah Kota Lumajang.
  3. Honda Vario putih milik Suka Isyah (Pasrujambe, Lumajang) di desa Sumber Wringin, Klakah.
  4. Honda Beat warna hitam milik M Mukhlas (Rejoso, Pasuruan) di desa Boreng, Lumajang Kota.
  5. Honda Supra X warna hitam milik Juri Warno (Leces, Probolinggo) di Desa Wonoayu, Ranuyoso.
  6. Honda Supra X warna hitam milik Devi Dwi (Dringu, Probolinggo) di desa Sumber Wringin, Klakah.
  7. Yamaha Jupiter Z milik Sanur (Yosowilangun, Lumajang) di Desa Wonoayu, Ranuyoso.
  8. Yamaha Jupiter MX milik Yasin Toha (Sukodono, Lumajang) di desa Kalidilem, Klakah.
  9. Yamaha Vixion milik M Ridwan Wibisono (Kromengan, Malang) di desa Sumber Wringin, Klakah.
  10. Honda Supra X warna hitam (Randuagung, Lumajang) di Desa Sumberwringin, Klakah.
  11. Honda Beat warna putih milik Muji (Bangsalsari, Jember) di Desa Kalidilem, Klakah.