Beli HP Curian, Warga Jalan Nanas Ditahan

oleh
Sholihin

SURABAYA – Gegara beli HP curian, Sholihin (25), warga Jalan Nanas diringkus tim antibandit Polsek Tambaksari. Tersangka membeli HP curian milik MV (11), anak dari Koko Juanedi (39), warga Jalan Kapasari.

Kanitreskrim Polsek Tambaksari Iptu Didik Ariawan menjelaskan, penangkapan tersangka bermula saat MV pulang sekolah bersama temannya.

Di tengah perjalanan, tepatnya di Jalan Rangkah, MV didatangi pelaku yang  mengendarai motor. Kemudian, pelaku yang belum diketahui identitasnya ini berpura-pura meminjam HP.

“Pelaku ini meminjam HP korban dengan alasan mengabari bapaknya. Lalu pelaku mengajak korban bersama temannya,” kata Didik, Selasa (10/9).

Setelah kunci HP terbuka, pelaku lantas menurunkan keduanya di Jalan yang berbeda.  Teman korban diturunkan di Jalan Pacar Keling, sedangkan MV di Jalan Kalikepiting.

Lalu pelaku menyuruh korban dan temannya untuk menunggunya. Namun, setelah lama ditunggu pelaku tidak kembali. “Akhirnya korban menangis dipinggir jalan, lalu korban diantar pulang warga. Setelah itu korban menceritakan kejadian kepada orang tuanya,” jelasnya.

Mendengar keterangan anaknya, Koko lalu melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Tambaksari. Mendapat laporan itu, tim antibandit langsung melacak keberadaan HP.

Selang dua hari kemudian, Koko datang kembali ke Mapolsek Tambaksari dengan mengabarkan bahwa HP anaknya saat ini menyala di daerah Taman Mundu, depan Stadion 10 Nopember.

Tak butuh waktu lama, petugas menuju lokasi dan mendapati HP berpindah tangan ke Sholihin. “Kami amankan tersangka ini ke Polsek Tambaksari  karena barang buktinya ada di dia,” jelasnya.

Setelah dilakukan penyidikan, tersangka mengaku membeli HP dari seseorang yang tidak dikenal melalui facebook (FB) seharga Rp 1,3 juta.

Tersangka yang selama ini menyewakan mobil-mobilan di Taman Mundu mengaku, membeli HP untuk anaknya. Bahkan dalam pengakuannya, dia tidak tahu jika barang tersebut adalah barang curian.

“Dugaan kami, tersangka tahu siapa pelakunya namun ia tidak mau mengaku dan memilih menyembunyikannya,” pungkas Didik. (x-3/fer)