Malu dengan Tetangga, Bapak-Anak Tega Membuang Bayi Perempuan di Kalimas

oleh
Kapolsek Bubutan AKP Priyanto menunjukkan barang bukti dan kedua tersangka pembuang bayi.

SURABAYA– Polisi mengungkap pelaku pembuangan bayi perempuan di Kalimas pada Selasa (17/9) lalu.

Mereka adalah bapak-anak, Muslich alias Ulik (58) dan Eka Zulifah alias Eva (22), keduanya tinggal di Jalan Ketandan Baru IV.

Bapak-anak ini ditangkap di rumahnya usai memeriksakan Eva di RSUD Soewandhie karena kandungannya mengalami pendarahan hebat.

Sewaktu diamankan, keduanya beralasan tega membuang bayi berusia enam bulan yang kondisinya sudah meninggal itu lantaran malu karena tidak ada bapaknya.

“Kedua tersangka malu dengan tetangga karena bayi lahir disebabkan tidak ada bapaknya,” ungkap Kapolsek Bubutan AKP Priyanto didampingi Kanitreskrim Ipda Purwanto, Selasa (9/10).

Terungkapnya kasus ini bermula adanya laporan penemuan bayi terbungkus kantong plastik di sungai, Selasa siang. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi, anggota Reskrim Polsek Bubutan menduga pelaku tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian.

Setelah menyisir di sekitar permukiman (areal pembuangan bayi), anggota mendapatkan laporan dari warga, bahwa dua hari usai kejadian, tepatnya pada Kamis (19/9), kedua tersangka diketahui sempat berobat ke RSUD Soewandhie karena mengalami pendarahan hebat.

“Anggota kemudian mendatangi rumah tersangka (Muslich) dan menginterogasinya. Meski semula mengelak dia akhirnya mengakui telah membuang bayi itu di Kalimas,” beber Priyanto.

Selanjutnya, Muslich dibawa ke Mapolsek Bubutan guna penyidikan lebih lanjut. Sedangkan Eva, ibu bayi dilarikan ke RSUD Soewandhie guna mendapatkan perawatan medis.

Priyanto mengatakan, sebelumnya penyelidikan oleh anggotanya, Eva diduga hamil karena hubungan sedarah dengan Muslich. Sebab, di rumah tersebut mereka hanya tinggal berdua saja.

Tapi dugaan itu tidak terbukti. Ternyata bayi yang dikandung Eva, merupakan hasil hubungan dengan pacarnya. Selain itu petugas menemukan percakapan di Blackberry, antara Eva dengan AF yang intinya tidak mau bertanggung jawab atas kehamilan itu,” jelas dia.

Dalam penyidikan diketahui, Eva mengaku bayi perempuan tersebut merupakan hasil hubungan gelap dengan pacarnya, AF, yang bekerja sebagai pengendara ojek online. “Dia tidak mau bertanggungjawab dengan alasan bukan anaknya,” kata Eva, wanita yang bekerja di salah satu pertokoan di BG Junction ini.

Dia mengungkapkan, AF merupakan temannya sejak SMP dan rumahnya berdekatan dengannya. Selama dua tahun pacaran dengan AF, keduanya sering berhubungan intim dan akhirnya membuat Eva hamil. “Saya sudah meminta pertanggungjawabkan kehamilan ini, tapi tidak mau. Pacar saya juga tidak pernah datang lagi ke rumah,” tutur Eva.

Usia kehamilan Eva terus berjalan dan perutnya semakin membesar. Hal tersebut akhirnya diketahui oleh Muslich. Merasa malu dengan tetangganya, pria ini menyuruh Eva menggugurkan kandungannya dengan cara memberi minuman soft drink dan makan nanas. “Tapi cara itu tidak berhasil dan kandungannya semakin membesar,” ungkap Muslich.

Hingga kehamilan memasuki 9 bulan, tepatnya pada Rabu (15/9) sekitar pukul 05.00, Eva mengerang kesakitan karena hendak melahirkan di rumah. Mengetahui itu, Muslich panik lalu memberanikan diri membantu anaknya mengeluarkan bayi tersebut.

“Saya membantu menekan perutnya agar bayi cepat keluar. Setelah berhasil, bayi akhirnya keluar tapi sudah tidak ada suaranya (menangis),” ungkap Muslich.

Kemudian pria paruh baya itu, memotong tali pusar Eva menggunakan gunting dan membungkusnya dengan menggunakan baju hem milik Eva berikut bayinya.

Lalu dimasukkan ke dalam kantong plastik dan membuangnya ke sungai. “Saya buang usai salat Subuh agar tidak ketahuan tetangga,” terang duda satu anak ini.

Usai membuang bayi, bergegas Musclih pulang merawat Eva. Pada sore harinya, anaknya saat istirahat di tempat tidur tiba-tiba mengeluarkan segumpal darah yang ternyata ari-ari dan mengalami pendarahan hebat. Melihat itu, Muslich secepatnya membawa Eva ke rumah sakit.

Sebenarnya, kata Muslich, ketika melahirkan Eva akan dibawa ke bidan. namun Eva menolak dengan alasan malu dengan tetangganya. Dia juga mengungkapkan, bahwa AF, pacar anaknya sempat menengok Eva di RSUD Soewandhie di Jalan Tambakrejo.

“Ketika saya tanya apakah pernah berhubungan intim dengan Eva, ternyata AF membantah dan mengatakan bukan dirinya,” kata Muslich. (rio/nov)