Melawan, Dua Residivis Curanmor Malang Tewas Didor

oleh
Kapolres Malang Kota, AKBP Doni Alexander menunjukkan barang bukti dari aksi residivis curanmor.

MALANG– Langkah dua tersangka curanmor, E (30) dan MS alias S, keduanya warga Kabupaten Pasuruan, harus dihentikan dengan timah panas. Keduanya menghembuskan nafas terakhir saat perawatan di rumah sakit.

Kapolres Malang Kota AKBP Doni Alexander menjelaskan, kedua tersangka melakukan perlawanan saat hendak ditangkap. Karena itu, petugas mengambil langkah tegas dan terukur.

“Salah satu tersangka melakukan perlawanan dengan sajam (senjata tajam, red). Bahkan, berusaha menghujamkan sajam ke petugas. Akhirnya, anggota melakukan tindakan tegas terukur,” jelas Kapolres Malang Kota

Ia melanjutkan, penangkapan berawal dari pengembangan tersangka lain yang sudah di tahanan. Selain itu, aksi tersangka terekam CCTV. Dari kecocokan ciri-ciri, akhirnya petugas yakin dan langsung menangkapnya.

Ia melanjutkan, penembakan dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Itu dilakukan untuk melindungi anggota polisi yang mendapatkan perlawanan.

Polisi sempat mengevakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, namun nyawa  tidak tertolong. Berdasarkan data, kedua tersangka merupakan sindikat curanmor yang telah beraksi di 56 TKP.

“Kami terus melakukan penyelidikan dengan memeriksa terhadap korban. Ada sekitar 5 korban yang membuat laporan,” lanjutnya.

Tersangka E merupakan residivis curanmor yang pernah ditahan pada 2017 lalu. Setelah itu, bersama MS, beraksi menggasak motor di wilayah Malang.

Aksi tersangka sebelumnya dilakukan di Jl Tlogo Joyo, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang pada 17 September 2019 lalu. Keduanya beraksi menggasak motor warga yang diparkir di teras rumah.

Dari penangkapan tersangka, diamankan barang bukti kunci T, 1 sangkur, 1 clurit, rekaman CCTV dan beberapa barang bukti lainnya. (cr-3/tyo)