Obat Penenang Habis, Mertua Bunuh Menantu, dan Bacok Istri

oleh
Suwoto dirawat di Puskesmas Mentaras setelah kedua kakinya ditembak.

GRESIK– Warga Gresik digemparkan kejadian pembunuhan. Kali ini terjadi di Desa Madumulyorejo, Kecamatan Dukun.

Sowoto (56), menyabet menantunya hingga tewas dan membacok istrinya hingga luka parah. Diduga kuat pelaku kehabisan obat penenang.

Informasi yang dihimpun, insiden itu terjadi sekitar pukul 12.30. Semula Suwoto diketahui bangun tidur. Pria ini lalu mencari obat penenangnya, tapi ternyata habis.

Dia kemudian mengambil sabit dan membacok menantunya, Ernawati (47), yang sedang ganti pakaian di dalam kamar. Sabetan sajam itu mengenai leher kanan korban.

Ernawati sempat menjerit kesakitan hingga akhirnya terkapar. Mendengar teriakan istrinya, Syaiful Arif (35), yang menunggu di depan rumah bergegas masuk dan mengetahui istrinya telah bersimbah darah.

Selanjunya Arif segera membawa istrinya keluar rumah untuk dibawa ke rumah sakit. Bersamaan dengan itu, Kamsinga, istri pelaku sempat bertanya ke Suwoto, gerangan apa yang terjadi.

Bukannya menjawab, pelaku yang akan keluar langsung membacok punggung istrinya hingga terluka parah. Beberapa saat kemudian puluhan warga datang ke lokasi dan bergegas memberi pertolongan kepada Ernawati dan Kamsinga.

Kedua korban dilarikan ke rumah sakit dan melaporkan kejadian sadis itu ke polisi. Sejumlah petugas datang ke rumah Suwoto. Pelaku belum sempat kabur dan terus mengamuk.

Bahkan, Suwoto sembari memegang sabit berusaha melawan petugas. “Karena mengancam keselamatan anggota kami, pelaku terpaksa dilumpuhkan kedua kakinya,” kata Kanit Intel Polsek Dukun Aiptu Darmanto, kemarin.

Pelaku yang dilumpuhkan kedua kakinya dibawa ke Puskesmas Mentaras, Kecamatan Dukun, untuk perawatan luka tembaknya. Terpisah, nyawa Ernawati akhirnya tidak tertolong. “Istri pelaku luka parah sudah dibawa ke RSUD Ibnu Sina untuk mendapat perawatan,” imbuh Darmanto.

Belakangan diketahui ternyata Suwoto mengidap gangguan jiwa sudah lama, sekitar 20 tahunan. Pria juga pernah dirawat di RSJ Menur, Surabaya. Setelah diperbolehkan pulang, Suwoto tidak bisa lepas dari obat penenang. Apabila kambuh atau lupa tidak meminum obatnya, perilakunya membahayakan orang.

“Setiap hari para tetangganya sudah biasa mendengar pelaku teriak-teriak. Di kejadian berdarah itu, awalnya rebut-ribut di rumahnya dipikir hal biasa. Ternyata dia (Suwoto) membacok menantu dan istrinya,” ujar Rozak, seorang tetangga korban ketika di puskesmas.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Gresik AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo menyampaikan, anggota sudah mengamankan pelaku. Memang keterangan keluarga dan tetangganya, pelaku mempunyai riwayat gangguan kejiwaan. “Korban yang tewas mengalami luka bacok sekitar 15 centimeter,” kata Tiksnarto.

Ernawati meninggal dalam perjalanan ke Puskesmas Mentara. Ditambahkan Tiksnarto, proses penangkapan terhadap Suwoto terpaksa dilakukan penembakan karena mengancam keselamatan petugas dan warga. “Pelaku masih dirawat di Puskesmas Mentaras dengan dijaga anggota untuk mengambil peluru yang bersarang di kakinya,” imbuh Tiksnarto.

Lanjut kasatreskrim, jenazah Erna akan diautopsi sesuai prosedur. Sedangkan Suwoto, setelah mendapat perawatan langsung ditahan di mapolsek. Pihaknya juga mendatangkan tim ahli kejiwaan untuk mengetahui kondisi Suwoto yang sebenarnya. (an/har/nov)