Polsek Patrang Tembak Mati Perampok Sadis 9 TKP

oleh
Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo didampingi Kapolsek Patrang AKP Mahrobi Hasan merilis kasus tembak mati Tiger.

JEMBER – Kejahatan M Chotib alias Tiger akhirnya berakhir di tangan polisi. Penjahat bengis ini ditembak mati karena melawan dan sempat melukai petugas memakai celurit.

Pria 45 tahun asal Dusun Darungan, Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, juga sempat merampas pistol milik anggota Unit Reskrim Polsek Patrang yang menangkapnya.

M Chotib alias Tiger

Sementara, sejumlah aksi yang dilakukan Tiger adalah merampok dan masuk ke dalam rumah korbannya dengan cara mencongkel jendela menggunakan linggis. Sasaran barang yang dicuri kebanyakan HP.

Bahkan, di wilayah Kecamatan Patrang, penjahat ini berhasil  mengobok-obok di 9 lokasi. “Pelaku adalah residivis 5 kali kasus pencurian pemberatan. Dia juga pernah menjalani hukuman di wilayah hukum Bondowoso, Banyuwangi, dan Jember,” kata Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, Senin (9/9).

Kusworo menambahkan, aksi terakhir Tiger, menyatroni rumah Ahmad Rudi Tri di Kelurahan Baratan, Patrang. Di kejadian pada Juli 2019 tersebut, Tiger juga mencongkel rumah korban memakai linggis. Setelah itu, dia masuk dan menjarah HP milik Rudi.

Mantan Kapolsek Genteng Surabaya ini menambahkan, proses penangkapan Tiger dilakukan pada Minggu malam (8/9), dari hasil penyelidikan kejadian di korban terakhir. Hingga ditemukan identitas pelaku melalui konter HP tempatnya menjual HP curian selama ini.

Tidak mau kehilangan buruannya, petugas lalu melakukan penggerebekan di tempat persembunyian Tiger. Hanya saja, upaya polisi menangkap Tiger, mendapat perlawanan sengit. Pelaku sempat mengeluarkan celurit dan menyerang petugas.

Nekatnya lagi, Tiger juga berupaya merebut pistol petugas. Membahayakan dan tidak menggubris tembakan peringatan, pelaku ini lalu diberondong peluru dan menjebol perutnya hingga tembus. “Setelah dilumpuhkan, dia (Tiger) sempat dilarikan ke rumah sakit tapi tidak tertolong,” kata Kusworo.

Dari tangan pelaku, petugas ikut mengamankan sejumlah barang bukti antara lain celurit yang dipakai melawan polisi, 1 buah linggis, 3 unit HP yang diduga kuat hasil kejahatan, dan 1 unit motor Mio sebagai sarana dalam melakukan kejahatan. (edy/nov)