Ratusan Siswa SMKN 4 Parkir Motor di Bahu Jalan

oleh
Motor milik siswa SMKN 4 yang diparkir di jalan.

SURABAYA – Ratusan siswa SMKN 4 Surabaya memarkir motornya di bahu Jalan Kranggan. Ini membuat pengendara harus berhati-hati dan bersabar ketika melintas di kawasan tersebut.

Warga Kranggan, Yuliana mengatakan, sebelumnya sudah tidak ada kendaraan yang parkir setelah ditegur, tapi sekarang kembali bermunculan. Dia mengaku kondisi ini sangat mengganggu pengendara yang melintas. Karena mereka memarkir di sisi bahu jalan yang jaraknya tidak jauh dari gedung SMKN 4 Surabaya.

“Jadi lajur arah Jalan Kranggan menuju Jalan Tembok Dukuh dipenuhi kendaraan siswa SMKN 4. Pihak sekolah terkesan tidak peduli bahwa parkiran kendaraan siswanya sangat mengganggu  pengguna jalan lainnya,”keluh Yuliana, Selasa (10/9).

Belum lagi kata Yuliana, pada  jam-jam padat biasanya siswa masuk dan pulang sekolah  terjadi kemacetan.

“Saya heran, yang saya tanyakan, apakah area itu sudah mendapat izin dinas terkait sebagai parkir zona seperti di area Pasar Blauran. Sebab, di situ tidak terlihat satu pun rambu-rambu parkir zona. Tapi masih saja dimanfaatkan sebagai tempat parkir,” terang dia.

Sementara Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan SMKN 4 Surabaya Arjo Susanto mengaku, selama ini SMKN 4 tidak mempunyai fasilitas lahan untuk parkir  motor siswa.

“Namun, bukan berarti kami tidak memberikan solusi. Kami sudah mengimbau berulangkali kepada anak didiknya yang membawa motor untuk diparkir di area parkir BG Junction,” ujar dia.

Lebih jauh Arjo Susanto menjelaskan, dirinya tidak bisa melarang dan memperbolehkan siswanya memarkir motor di bahu Jalan Kranggan. Dulu  pernah ditegur warga karena parkir tersebut mengganggu arus lalu lintas.

“Tapi kami juga kasihan kepada anak-anak. Jika mereka memarkir motor di BG Junction, maka jalan kaki menuju lokasi SMKN 4 lumayan jauh. Ya, kami akui dari dulu gedung sekolah tidak menyediakan tempat parkir bagi siswa. Karena halamannya kecil, hanya untuk parkir kendaraan guru saja,” pungkas dia.(why/be)