Sempat Kabur, Pelaku Tabrak Lari Karangrejo Tertangkap

oleh
Tersangka tambrak lari diapit petugas.

TULUNGAGUNG– Warga tinggal di Desa Sukowiyono, Kecamatan Karangrejo, digegerkan seorang perempuan tanpa identitas tergeletak di pinggir jalan dengan luka pada bagian kepalanya, pada Selasa (8/10) lalu. Diduga kuat perempuan naas itu korban tabrak lari.

Karena, ketika warga hendak ke lokasi, sebuah pikap mendadak melaluju pergi. Beruntung salah satu warg berhasil mencatat nopol mobil tersebut. Kemudian korban dievakuasi ke RSUD dr Iskak. Sayang nyawanya tak dapat ditolong.

Polisipun bergerak cepat, dan berhasil menemukan identitas korban melalui sistem mambis. Korban bernama Indasah (40), warga Desa Sembon, Kecamatan Karangrejo.

Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Wisnu Kuncoro mengatakan, pihaknya mendapat petunjuk identitas pelaku tabrak lari dari salah satu saksi yang berhasil mencatat nomor plat mobil pelaku.

Kemudian dari olah TKP, polisi menemukan patah wiper kaca milik mobil yang terlibat kecelakaan. Berbekal informasi itu, akhirnya polisi melakukan pengembangan dan menangkap Riris My Frendy (29), tersangka tabrak lari, di rumahnya, di Desa Prigi, Kecamatan Watulimo, Trenggalek.

“Beruntung saat itu ada saksi yang sempat mencatat plat nomor mobil yang awalnya diduga sebagai kendaraan pelaku,” katanya, Kamis (10/10).

Mobil dengan plat nomor AG 8027 YF tersebut rupanya sudah beberapa kali dijual, hingga akhirnya dibeli oleh tersangka. Wisnu menjelaskan setelah didalami rupanya mobil tersebut ada di sekitar wilayah Prigi, Trenggalek. Kemudian anggotanya menuju ke rumah tersangka untuk dimintai keterangan. Hasilnya tersangka mengakui semua perbuatannya.

“Setelah dicek ternyata mobil tersebut sempat berpindah kepemilikan hingga ke tiga orang,” terangnya.

Di hadapan polisi, diakui tersangka bila dirinya memacu mobilnya dengan kecepatan sekitar 40 sampai 50 kilometer perjam saat kecelakaan terjadi. Tersangka tidak tahu ketika korban menyeberang jalan.

“Kondisi jalan memang gelap, penerangan tidal cukup terang, sehingga tahunya pas korban sudah dekat,” ungkapnya.

Usai menabrak korban, tersangka sempat turun untuk melihat kondisi korban. Namun karena takut ada warga dan khawatir dikeroyok massa, akhirnya tersangka memilih kabur. “Kabur karena takut dihajar massa, akhirnya pergi dan sempat berhenti di SPBU Kauman, kemudian melanjutkan perjalanan ke Prigi,” jelasnya.(fir/mad/tyo)