Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Sidoarjo

15 Perangkat Desa di Buduran Positif Covid-19 Setelah Ikut Bimtek

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali (lud)

Sidoarjo, memorandum.co.id – Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali melarang seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sidoarjo menggelar acara di luar kota sampai batas waktu yang belum ditentukan.

“Khususnya di daerah-daerah yang termasuk zona merah dan hitam. Nggak boleh sama sekali. Dan kemarin SE (surat edaran)-nya sudah saya tandatangani,” jelasnya saat ditemui usai membuka acara peluncuran perdana Anjungan Dukcapil Mandiri di Hotel Fave, Selasa (29/06/2021) pagi.


SE tersebut dikeluarkan sebagai respon atas kasus bimbingan teknis (bimtek) perangkat desa yang digelar Pemerintah Kecamatan Buduran di Yogyakarta, Jumat sampai Minggu (25-27/06/2021) kemarin. Dimana saat itu seluruh peserta langsung di-swab begitu sampai di Kota Delta. Hasilnya 15 orang di antara mereka dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

baca juga :  Pemkot Libatkan Puskesmas dan Kampung Tangguh Sosialisasi Vaksin

“Ya sudah, kalau kasus itu kami anggap saja nasi sudah jadi bubur bro. Yang penting dengan adanya SE tadi berikutnya tidak ada lagi pejabat Pemkab Sidoarjo yang bikin acara seperti itu,” ujar bupati berusia 30 tahun itu.

Sementara itu Kepala Puskesmas Buduran dr Yoppy Agung Priambodo mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan secara intensif pada 15 orang perangkat desa yang terinfeksi virus corona. Karena kondisi mereka sehat secara fisik, merekapun ditetapkan sebagai orang tanpa gejala (OTG) yang hanya diwajibkan menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

Sesuai rencana, mereka diwajibkan menjalani tes swab PCR ulang yang akan digelar pada Kamis (01/07/2021) lusa di Puskesmas Buduran. “Bagaimana bentuk treatment yang akan kami lakukan terhadap mereka sangat tergantung pada hasil tes itu nantinya,” tambah Yoppy.

baca juga :  Video : Proses Pemakaman Pasien Covid-19 Asal Sidoarjo

Sedangkan terkait jumlah peserta kegiatan tersebut, Yoppy mengaku tidak tahu secara pasti. Namun jumlah orang yang menjalani rapid antigen selama dua hari itu sebanyak 126. “Totalnya ada 112 di bis, 5 orang di mobil, 9 orang penumpang kereta api,” pungkasnya.(lud/jok)

baca juga

Yonif 511/DY Laksanakan Operasi Penanganan Covid-19 Di Pasar Templek

Syaifuddin

Yatim Piatu Korban Covid-19 Jadi Anak Asuh Anggota Satlantas Polres Lumajang

Syaifuddin

Wawali Kota Malang Ajak Warga Disiplin Protokol Kesehatan

Aris Setyoadji