Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Lamongan

384 Pedagang Pasar di Lamongan Didata untuk Vaksinasi Tahap Kedua

Kepala Disperindag Lamongan, M Zamroni.

Lamongan, Memorandum.co.id – Pedagang pasar di Lamongan mendapatkan kesempatan untuk ikut vaksinasi Covid-19 pada tahap kedua. Sudah ada sebanyak 384 pedagang yang sudah didata untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamongan, Muhammad Zamroni mengatakan, pihaknya sudah dan masih terus melakukan pendataan terhadap pedagang pasar yang berkesempatan untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 tahap kedua. Hingga saat ini, kata Zamroni, sudah terdata sebanyak 384 pedagang.


“Untuk saat ini masih 384 pedagang yang sudah terdata untuk ikut vaksinasi Covid-19,” kata Zamroni, Senin (22/2).

baca juga :  Kawal Dana Desa, Kejari Lamongan Berikan Pendampingan Hukum Keperdataan

Ke-384 pedagang yang sudah terdata ini, sebut Zamroni, adalah pedagang yang ada di Pasar Sidoharjo dan Pasar Sidomulyo Lamongan. Data jumlah pedagang yang akan divaksin ini akan terus bertambah seiring pendataan yang masih terus berjalan.

“Sampai saat ini masih melanjutkan pendataan lengkap dan dilanjut koordinasi dengan Dinas Kesehatan,” sebutnya.

Pendataan pedagang pasar ini, terang Zamroni, akan meluas ke pedagang-pedagang yang ada di pasar lainnya yang ada di Lamongan. Hal ini dilakukan seiring koordinasi dengan Dinkes Lamongan terkait ketersediaan vaksin.

baca juga :  Pemkab Lamongan Bangun Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi

“Diikutkannya pedagang pasar tradisional ini selaras dengan arahan Presiden untuk prioritas vaksinasi pada penguatan dampak ekonomi di mana mereka (pedagang) interaksinya relatif terbuka dan memiliki risiko tinggi terpapar Covid-19,” terangnya. (tri/har)

Reporter : Biro Pantura

baca juga

Wajah Birokrasi Semakin Melayani

Agus Supriyadi

Vaksinasi Tahap II, Tak Satupun Prajurit Kodam Brawijaya Alami Kipi

Aziz Manna Memorandum

Vaksinasi Tahap Dua di Surabaya Lancar, Pemerintah Wacanakan Vaksinasi Mandiri

Aziz Manna Memorandum