Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Jember

ABH Bapas Jember Belajar Etika Memangkas Rambut

Anak yang bermasalah dengan hukum (ABH) menjalani pelatihan potong rambut

Jember, Memorandum.co.id – Mencukur rambut merupakan salah satu kebutuhan bagi kehidupan manusia untuk memiliki penampilan yang rapi dan menawan. Untuk membuka usaha barber shop atau pangkas rambut.

Tak hanya keterampilan yang dibutuhkan, tapi etika pelayanan juga harus di kuasai agar bisa punya nilai lebih yang berbeda. Pelatihan ini diberikan bapas jember kepada anak yang bermasalah dengan hukum.


Pelatihan barber shop ini untuk memberi skil kepada klien Bapas Kelas II Jember, tak hanya keterampilan memangkas rambut, tapi juga diberikan pelatihan etika dari segi pelayanan, yang bertujuan agar masyarakat tau bahwa barber shop bukan sekedar pangkas rambut biasa.

baca juga :  Tingkatkan Pelayanan Bapas Kelas II Jember Orientasi 15 Personil CPNS

Tapi banyak ragam style yang disajikan, sehingga bisa mempunyai nilai jual yang lebih dan berbeda. Dari pangkas rambut pada umumnya.

“Mulai dari cara memegang rambut, ada etika yang harus dilakukan dengan tidak menggunakan 5 jari. Serta berkomunikasi dengan baik dan sopan kepada pelanggan, dengan cara pelayanan yang lebih halus,” kata Tifani Mubarok, pelatih pangkas rambut, Rabu (7/4/2021).

Bukan sekadar potong rambut, lanjut Tifani, tapi juga bisa untuk sharing dan santai, sambil melakukan potong rambut dengan hasil yang bagus.

baca juga :  Tak Lapor 3 Kali, Penerima Pembebasan Asimilasi akan Dijebloskan Lagi ke Penjara

Sementara Untung Riwayadi sebagai Ketua panitia Balai pemasyarakatan kelas II Jember bekerja sama dengan praktisi jember barber shop, menggelar pelatihan kemandirian potong rambut, di ikuti puluhan anak yang bermasalah dengan hukum atau (ABH).

“Pelatihan ini dilaksanakan agar para ABH memiliki bekal kuat guna merubah nasibnya, dan mengembangkan diri serta mampu menjawab tantangan di masa yang akan datang,” pungkas Untung. (edy)

Reporter : Biro Jember

baca juga

Tingkatkan Pelayanan Bapas Kelas II Jember Orientasi 15 Personil CPNS

Agus Supriyadi

Tangani Anak Jalani Proses Hukum, Yayasan Bengkel Jiwa Indonesia Butuh Perhatian Pemerintah

Aziz Manna Memorandum

Tak Lapor 3 Kali, Penerima Pembebasan Asimilasi akan Dijebloskan Lagi ke Penjara

Agus Supriyadi