Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Mojokerto

Atasi Kenaikan Harga, Pemkot Mojokerto Pasok Kedelai Murah 

Paling Kanan, Ning Ita secara simbolis menyerahkan kedelai hasil operasi sisir kepada IKM

Mojokerto, memorandum.co.id – Mengatasi kenaikan harga kedelai, Pemkot Mojokerto melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskouperindag) mengambil langkah cepat dengan melakukan operasi sisir kedelai impor. Dari hasil operasi sisir kedelai yang harga lebih terjangkau tersebut untuk memenuhi  kebutuhan Industti Kecil Menengah (IKM) tahu tempe di wilayah Kota Mojokerto.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, kedelai hasil operasi diserahkan kepada para pelaku IKM secara bertahap. Pada tahap pertama, sebanyak sembilan ton kedelai disediakan untuk pelaku IKM tahu tempe dengan harga Rp. 8500 per kilogram.


Menurut Wali kota, kenaikan harga kedelai tentu dirasa berat oleh para pengrajin tahu tempe. Terlebih di tengah pandemi, untuk menaikkan harga jual juga cukup sulit.

baca juga :  Forkopimda Kota Mojokerto Bentuk Tim Gugus Tugas Covid-19

“Kami berupaya dalam rangka menjaga agar pasokan tahu dan tempe yang merupakan sumber protein yang menjadi menu wajib bagi masyarakat lokal ini bisa terus tersedia. Dan para pengrajin ini juga bisa mendapatkan keuntungan yang layak atas produk yang mereka jual,” kata Wali kota yang akrab disapa Ning Ita itu, Selasa (12/1)

Lebih lanjut dikatakannya, Pemerintah Kota Mojokerto mengupayakan mendatangkan  importir kedelai ke kota Mojokerto untuk memenuhi kebutuhan bahan baku bagi tahu tempe kepada 34 pelaku IKM. Dengan operasi pasar ini pengrajin bisa mendapatkan keuntungan yang layak atas produk yang dijual.

baca juga :  Petani Enggan Tanam, Kedelai di Jatim Alami  Defisit

“Kami mengupayakan dari importir ini bisa didatangkan ke kota Mojokerto, tanpa mediator. Jadi, langsung dari  Pemerintah Kota Mojokerto kepada pelaku IKM tahu tempe dengan harga Rp.8.500. Lebih murah dibandingkan harga pasaran yang mencapai Rp. 9.100,” kata Ning Ita.

Ia menambahkan, operasi pasar kedelai ini akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan hingga harga kedelai kembali normal.

Sementara itu, Wahyuni, pengrajin tempe asal Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon menyampaikan rasa terima kasihnya atas kebijakan yang diambil oleh Ning Ita.

baca juga :  Pasokan Berkurang, Harga Tempe di Pasar Lumajang  Naik

“Terima kasih Bu Wali. Kami sangat terbantu dengan adanya pasokan kedelai murah ini,” ujarnya. (war)

Reporter : Biro Mojokerto

baca juga

Rekanan Proyek Pemkot Mojokerto Telantarkan Belasan Rambu Lalin

Aris Setyoadji

Produksi Kedelai Jatim Anjlok

Agus Supriyadi

Petani Enggan Tanam, Kedelai di Jatim Alami  Defisit

Syaifuddin