Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Metropolitan

Basement Jalan Yos Sudarso Dijamin Tidak Ambles, Meski Dilewati Tank atau Mobil Damkar

Jalan Yos Sudarso ditutup karena ada pembangumam basement untuk Alun-Alun Suroboyo.

Surabaya, Memorandum.co.id – Peristiwa amblesnya Jalan Gubeng pada Selasa (18/12) lalu, masih menyisakan trauma bagi warga Surabaya. Kini, Pemkot Surabaya membangun basement di Jalan Yos Sudarso untuk proyek Alun-Alun Suroboyo. Apakah kendaraan-kendaraan aman melintasi jalan tersebut?

Kepala Bidang Bangunan dan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DKPCKTR) Surabaya Iman Kristian menyatakan jika pembangunan sudah tuntas dan stabil, semua jenis kendaraan  dijamin aman  melintasi Jalan Yos Sudarso. “Kekuatan basement ini mencapai 90 ton sehingga ketika dilindas kendaraan jenis tank hingga mobil pemadam kebakaran (damkar) tidak ambles,” ujar dia.


Iman menjelaskan, pengerjaan basement Jalan Yos Sudarso terdiri dari pembuatan dinding penahan keliling, pembuatan atap plat basement (landasan jalan) dan penggalian bawah tanah. Pengerjaan Alun-Alun Suroboyo yang menggunakan anggaran multiyears ini ditarget tuntas Desember 2020. “Anggaran total keseluruhan Rp 70 miliar. Tahun 2019 dianggarkan Rp 20 miliar dan sisanya Rp 50 miliar pada tahun depan,”jelas Iman.

baca juga :  Pemilik Usaha Minta Pemkot Pasang Petunjuk Arah

Lebih jauh, dia menjelaskan, Jalan Yos Sudarso masih tertutup untuk kendaraan bermotor hingga Maret 2020.  Jika toh bisa dilalui hanya sebatas pejalan kaki. “Strukturnya belum stabil karena selesai pembangunan. Jadi butuh waktu sekitar tiga bulan hingga struktur kuat sehingga bisa dilalui kendaraan bermotor,”ungkap dia.

Saat ini pembangunan basement memasuki pemasangan pancang struktur di tengah area. Diperkiraan 19 November selesai dan dimulai penggalian sekitar dua meter  untuk membuat landasan atau atapnya. “Pengecoran atap basement diperkirakan memakan waktu sebulan. Maka, akhir tahun sudah tuntas pengerjaan. Meski nanti sudah bisa dibuka untuk dilintasi, namun sebatas pejalan kaki dan untuk kendaraan bermotor belum bisa,” ungkap dia.

baca juga :  Sengketa Pemkot-PT Maspion Belum Tuntas, Pembangunan Alun-Alun Suroboyo Terancam Molor

Disinggung soal musim hujan yang segera tiba, Iman  menegaskan, tidak ada masalah. Pembangunan landasan dan atap itu pengerjaannya dilakukan secara bertahap. Sebab, jika dikerjakan sekaligus terlalu  berisiko.  “Penggalian tanahnya bertahap. Digali lalu pasang struktur. Lalu  gali lagi, pasang struktur. Ini juga untuk mengantisipasi jika terjadi genangan  sehingga pengurasan  tidak terlalu besar,” ungkap dia.

Untuk diketahui Alun-Alun Suroboyo ini memiliki luas total 14.620 meter persegi atau sekitar 1,46 hektare. Di lantai pertama ini, akan menjadi sebuah plaza mewah bawah tanah dan juga bisa dijadikan tempat nongkrong oleh warga Surabaya.

baca juga :  Kegiatan di Alun-Alun Suroboyo Tidak Kantongi Izin Polisi

Sedangkan di lantai dua, akan dibangun tempat parkir yang luasnya mencapai 6.050 meter persegi. Tempat parkir ini akan mampu menampung 120 mobil dan 125 motor. Jadi, total keseluruhan 1,46 hektare. Luas itu meliputi ruang publik yang ada di kawasan balai pemuda, bawah tanah Jalan Yos Sudarso hingga persil Pemuda 17 yang mencapai 8.570 meter persegi, dan ditambah lagi dengan luas ruang parkir bawah tanah yang luasnya mencapai 6.050 meter persegi. (udi/dhi)

 

baca juga

Sengketa Pemkot-PT Maspion Belum Tuntas, Pembangunan Alun-Alun Suroboyo Terancam Molor

Syaifuddin

Risma Jadikan Alun-Alun Suroboyo Tonggak Sejarah

Syaifuddin

Penutupan Jalan Yos Sudarso Minim Petunjuk Arah

Syaifuddin