Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Politik

Demokrat Minta Pemerintah Perhatikan Nasib Petani

Agung Mulyono

Surabaya, Memorandum.co.id – Fraksi Demokrat DPRD Jawa Timur mendorong Pemprov Jawa Timur lebih memperhatikan nasib petani. Sebab rendahnya Nilai Tukar Petani (NTP) tak lepas dari minimnya pemanfaatan resi gudang.

Gudang yang seharusnya dimanfaatkan untuk menyimpan komoditi pertanian saat datang panen raya tidak dimanfaatkan secara maksimal. Akibatnya harga komoditi di pasaran drop dan petani yang dirugikan.


Anggota Fraksi Demokrat DPRD Jatim, dr Agung Mulyono mendorong  dinas terkait memanfaatkan resi gudang  secara maksimal. Mengingat keberadaanya dijamin oleh asuransi Jamkrida serta dapat melindungi petani dari kerugian akibat tak ada tempat penampungan komoditas saat panen raya.

baca juga :  Petani Pakal Panen di Tengah Pandemi Covid-19

“Saya selalu memperhatikan, setiap panen raya dimana hasil komoditas berlimpah, namun tidak ada tempat penampungan,” terang dr Agung.

Akibatnya, lanjut Agung Mulyono, hasil panen ditaruh diluar dan rusak sehingga harganya drop. “Padahal pemerintah bisa memanfaatkan resi gudang untuk menampung hasil panen agar haganya tetap stabil di pasaran,”jelas politisi asal Partai Demokrat.

baca juga :  Protes Iuran BPJS, Fraksi Demokrat Jatim Usulkan Kembali Jamkesda

Bahkan, jika resi gudang dimanfaatkan secara maksimal maka dapat mendongkrak pendapatam petani lewat NTP. Salah satunya saat panen raya tomat, di pasaran harganya sangat murah Rp500/kg atau tidak sebanding dengan saat menanam. Akibatnya petani malas memanen karena  upahnya tak sebanding dengan harga di pasaran ysng sebelumnya Rp4 ribu/kg.

Agung Mulyono menilai perlindungan pemerintah terhadap petani kurang maksimal. Dan jika ini dibiarkan lambat laun banyak petani yang beralih profesi karena menjadi petani tak menjamin hidup layak.

baca juga :  Menilik Pembibitan Porang Milik Petani di Jombang

“Lihat saja para anak petani memilih bekerja di pabrik daripada melanjutkan pekerjaan orangtuanya menjadi petani. Karena kehidupan mereka tidak bisa menjsmin hidup layak. Sementara pemerintah berkeinginan Jatim menjadi wilayah agro, sehingga untuk kehidupan dan kesejahteraan petani perlu diperhatikan,” pungkasnya. (day/gus)

baca juga

Ratusan Petani Bangoan Tulungagung Terima Kartani

Aziz Manna Memorandum

Protes Iuran BPJS, Fraksi Demokrat Jatim Usulkan Kembali Jamkesda

Agus Supriyadi

Produksi Kedelai Jatim Anjlok

Agus Supriyadi