Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Surabaya

Dewan Tolak Rencana Pemkot Surabaya agar Penghuni Rusun Angkat Kaki yang Enggan Divaksin

Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti

Surabaya, memorandum.co.id – Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti sudah mendorong  pemerintah kota vaksinasi kepada warga penghuni rusun. Meski begitu ia menolak rencana pemkot yang menyuruh angkat kaki penghuni rusun yang enggan divaksin.

Pihaknya tidak setuju. Sepatutnya pemkot memberikan pendekatan yang humanis dan jauh dari kata mengancam. Reni lebih mendorong agar bagaimana caranya tenaga kesehatan bisa memberikan sosialisasi yang baik kepada warga penghuni rusun.


“Vaksin ini kan hal yang baru bagi warga. Jadi berikan sosialisasi yang humanis dan edukatif, pendekatan-pendekatan yang sifatnya tidak mengancam. Kalau di mulai dengan mengancam maka hasil akhirnya tidak akan baik, justru akan menimbulkan masalah baru,” tutur politisi perempuan dari PKS ini.

baca juga :  Polres Percepat Pelaksanaan Vaksinasi Secara Menyeluruh

Diakuinya ini hal yang dilematik namun perlu diperhatikan oleh Pemkot Surabaya. Bahwa di satu sisi harus melakukan penanganan pandemi Covid-19 dengan vaksin. Di sisi lain, pemkot punya kewajiban untuk melindungi masyarakat berpenghasilan rendah terkait dengan hunian.

“Ini dua hal yang harus diperhatikan. Jadi saya lebih mendorong pemkot melakukan upaya yang sifatnya edukasi persuasif, itu yang didahulukan,” harapnya.

Namun apabila pemkot tetap keukeuh melakukan pendekatan dengan sanksi tersebut, Reni meminta agar ada patokan aturannya. Kalau tidak ada, dia bertanya siapa nanti yang akan bertanggungjawab.

baca juga :  Kapolres Malang dan Forkopimda Jalani Vaksinasi Kedua

“Jangan sekadar mengancam, tapi harus ada kebijakannya berdasarkan apa, setidaknya ada perwali. Kalau ada perwali maka sudah pasti dilakukan kajian dan melibatkan pakar. Jadi (pemkot) harus hati-hati,” ulas Reni.

Di samping itu, Reni juga meminta kepada warga penghuni rusun agar mau mengikuti sosialisasi dan edukasi yang diberikan oleh pemerintah. Sebab ini semata-mata sebagai upaya untuk memutus mata rantai Covid-19.

“Lagipula selama ini di Surabaya pelaksanaan vaksin terbilang aman dan tidak ada gejala serius pascavaksinasi. Ini juga menjadi PR petugas dari pemkot untuk meyakinkan bahwa vaksin itu aman kepada warga. Dan warga harus mau divaksin supaya kita semua bisa kembali beraktivitas seperti normal lagi,” pungkasnya. (mg3)

baca juga

Wamenkes Tinjau Vaksinasi Serentak Nakes di Surabaya

Syaifuddin

Waiting List Rusunawa di Surabaya Capai 7 Ribu Orang

Ferry Ardi Setiawan

Varian Virus Korona Inggris Ditemukan, DPRD Surabaya Minta Ada Screening Ketat di Bangkalan

Agus Supriyadi