Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Polresta Malang Kota

Diberi Pulsa Rp 500 Ribu, Saldo Bank Istri Polisi Terkuras Ratusan Juta Rupiah

Ayu Kartika Sari menunjukkan bukti laporan polisi.

Malang, memorandum.co.id – Ayu Kartika Sari, warga Jalan Kelor, melapor ke Mapolresta Malang Kota di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Ia melaporkan peristiwa yang dialami, yakni kehilangan uang tunai Rp100 juta lebih. Uang itu hilang dari rekening tabungannya, usai dirinya menerima telepon dari seseorang yang tidak ia kenal hingga beberapa kali.


“Saat telepon saya angkat, pelaku langsung menyebut nama saya dan ngaku dari BRI. Saat itu, saya dibilang dapat hadiah pulsa 100 ribu rupiah,” terangnya, Selasa (24/11/2020).

Pernyataan penelepon itu ternyata benar, Ayu mendapati notifikasi ada pulsa Rp 100 ribu masuk ke nomornya. Setelah itu, penelepon kembali mengatakan bahwa Ayu akan mendapat pulsa dengan nominal sama, sebanyak lima kali.

“Saya disuruh cek pulsa ternyata memang masuk pulsanya. Terus diminta cek SMS lagi menyebutkan kode one time password (OTP) dari BRIVA BRI,” lanjutnya.

Tanpa sadar, saat itu menyebut semua nomor kode rahasia OTP kepada penelepon. Barulah ketika kode rahasia OTP terakhir dibacakan, Ayu tersadar bahwa itu adalah penipuan.

“Saya sadar ini kan kode rahasia. Terus telepon dimatikan dan ada notifikasi dari BRIVA transfer ke rekening lain,” lanjut yang istri anggota Lantas Polsek Kedung Kandang ini.

Notifikasi SMS yang diterima bertahap dalam waktu berdekatan. Pertama Rp 49 juta, kedua Rp49 juta, ketiga Rp1,9 juta, dan terakhir Rp1 juta.

Sadar menjadi korban penipuan, Ayu bergegas menunju Bank BRI Karcab Martadinata. Di sana ia meminta rekeningnya diblokir. Di dalam saldo,masih ada sisa Rp 6,5 juta.

Baru Senin, (23/11/2020), Ayu didampingi suaminya melapor aksi penipuan yang dialaminya ke Polresta Malang Kota. Ia berharap Polisi bisa segera menangkap pelaku agar tidak ada korban lain.

Menanggapi laporan itu, Kasatreskrim Polresta Malang AKP Azi Pratas Guspitu, mengatakan, masih akan melakukan penyelidikan.  “Besok saya cek dulu,” katanya singkat. (edr/fer)

Reporter : Biro Arema