Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Pendidikan Surabaya

Diduga Masih Banyak Korban Predator Fetish Kain Jarik

Surabaya, Memorandum.co.id – Predator pelecehan “Fetish Kain Jarik” yang membungkus korban telah viral di media sosial twitter berkedok riset akademis. Kasus ini bermula dari thread yang ditulis oleh seorang pria bernama M Fikri Sunandar dengan akun Twitter @m_fikris. “Predator “Fetish Kain Jarik” Berkedok Riset Akdemik dari Mahasiswa PTN di SBY” tajuk thread yang ditulis oleh Fikri.

“Hallo guys, jujur sekarang gw rada takut sumpah. Setelah ini rame ternyata banyak bgt korbane Pleading facePleading face dan moduse sama, bisa dibilang si Gilang nekad orangnya. Gw tkut klo udah balik ke SBY gw diteror ama dia/apa sumpah merinding baca2 dm dri korban2nyaWajah kecewa namun legaWajah kecewa namun lega,” tulis akun @m_fikris.

Dari informasi yang dihimpun Memorandum.co.id, diduga masih ada korban lain dari perilaku menyimpang dari seorang mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Surabaya ini.

Setelah viral di media sosial twitter banyak cuitan yang merujuk pada mahsiswa semester akhir bernama Gilang tersebut.

Seperti dibeberkan akun @kevinprtytm. Dalam keterannganya pernah menjadi korban pada tahun 2013. Dimana akun Instagram dengan nama Gilang Aprilian Nugraha Pratama meminta dirinya untuk mengirimkan foto dengan kondisi badan terlentang dengan selimut menutupi seluruh bagian tubuh.
Wkwkwkwkwkw akhirnya viral juga ni orang. W pernah jadi calon korbannya waktu tahun 2013 waktu baru masuk sma,” tulis akun itu 11 jam yang lalu.

Akan terebut juga menyertakan bukti tangkapan layar percakapannya dengan Gilang.
“Vin, minta foto,” tulis akun Instagram Gilag Aprilian Nugraha Pratama.
“foto apa?,” jawab korban.
“Ikm (kamu, red) btutup (bertutup) kain,” sahut Gilang.
“Fotonya harus berbaring habis itu langsung ditutupi kain,” permintaan Gilang di dalam pesan Instagram tersebut tertanggal 01/18/14 pukul 19.44 juga pada 20/7/14 pukul 14.52 WIB.

Dalam percakapan itu, Gilang juga menjelaskan bahwa permintaan foto berbaring dan berselimut yang menutupi seluruh bagian tubuh tersebut berdalih sebagi riset penelitiannya.

“Aku mengumpulkan vin, ada proyek. Tolong nah sekali ja vin. SUMPAH DEMI ALLAH kd ku apa-apai fotonya. Km tinggal guring, minta dibungkus pakai kain, minta fotokan, selesai,” harap Gilang dengan menyertakan foto serupa.

Hal serupa juga dialami Hafizhurrahman dengan akun twiter @MethodologistID. “Mas Gantan, saya juga pernah di-chat sama Gilang itu. Pesannya sama, untuk keperluan riset, dengan cara membungkus orang, lalu orang tersebut akan dipegang di area tertentu termasuk area vital untuk dilihat reaksinya. Dia ngirim pesan itu ke beberapa orang,” tertulis dalam akun terebut.

Dari penelusuran di media sosial twitter masih banyak mengalami perlakukan yang sama dari Gilang. (alf)

Reporter : Alfin

baca juga

Yuni Shara Meriahkan Reuni Akbar FEB Unair

Syaifuddin

Video : Demo Mahasiswa Unair Nyaris Ricuh

Agus Supriyadi

Unair-ITS Kolaborasi Ciptakan Robot Medis Pro-nakes bagi RSUA

Aziz Manna Memorandum