Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Surabaya

Evaluasi Penjualan Seragam Sekolah, Disdik Surabaya: Tak Ada Kewajiban Beli Baru

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surabaya, Supomo

Surabaya, memorandum.co.id – Memasuki Tahun Ajaran Baru 2021/2022, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surabaya kembali mengingatkan kepada seluruh kepala sekolah agar tidak memaksakan wali murid membeli seragam melalui koperasi sekolah.
Ini sebagaimana tercantum dalam Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surabaya, Supomo mengatakan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebelumnya telah mengingatkan kepala sekolah agar tidak memaksakan wali murid membeli seragam. Namun di lapangan, rupanya masih ditemukan warga yang merasa dipaksa untuk membeli seragam sekolah.


“Kami dari Dinas Pendidikan juga sudah mengingatkan kepada kepala sekolah untuk tidak memaksakan, tidak mengharuskan dan tidak mewajibkan siswa atau wali murid membeli seragam baru,” kata Supomo, Jumat (3/9/2021).

baca juga :  Tatap Muka Dibuka, Warga Sekolah Harus Sehat Semua

Menurut dia, peserta didik masih bisa menggunakan seragam sebelumnya. Atau, jika siswa tersebut naik dari jenjang SD ke SMP, masih bisa menggunakan seragam dari kakak atau saudaranya.

“Bisa gunakan baju yang sudah ada. Atau mungkin gunakan baju punya kakaknya atau saudaranya yang masih bisa dipakai, pada prinsipnya seperti itu,” pesannya.

Terkait dengan keluhan seragam dari beberapa wali murid, Supomo menyampaikan, pihaknya sudah menemui mereka. Ia juga menyatakan bahwa saat ini menutup sementara penjualan seragam di koperasi sekolah untuk dievaluasi.

baca juga :  PPDB SMP Jalur Afirmasi Telah Dibuka

“Alhamdulillah sudah kita datangi warga yang mengeluh. Kemudian untuk sekolah-sekolah, khususnya negeri, kita tutup penjualan seragam-seragam itu, jadi kita larang mereka menjual. Nanti kita akan lakukan evaluasi sebenarnya persoalannya di mana,” jelasnya.

Selama ini, Supomo menyebut, peserta didik memang membeli atribut untuk seragam di koperasi sekolah. Namun, karena timbul permasalahan, maka untuk saat ini penjualan seragam di koperasi sekolah ditutup sementara untuk dilakukan evaluasi.

“Jadi nanti akan evaluasi, sehingga kemudian nanti baru bisa memutuskan setelah evaluasi munculnya persoalan-persoalan itu. Jadi kita tutup penjualan-penjualan (seragam) di sekolah. Kita evaluasi, hasilnya nanti kita laporkan kepada Pak Wali Kota,” ungkap dia.

baca juga :  Jelang PTM, SMPN 6 Surabaya Gelar Simulasi

Sementara itu, terkait dengan orang tua dari masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), Supomo juga mengimbau kepada mereka agar tidak perlu khawatir terkait seragam anaknya. Sebab, Pemkot Surabaya telah menyiapkan peralatan sekolah seperti seragam dan sebagainya.

“Oleh karena itu bapak ibu wali murid untuk kemudian tidak bingung karena pemkot sudah siapkan itu. Karena yang dipakai itu anggarannya pemerintah, maka mekanismenya saat ini masih dalam proses,” pungkas Supomo. (fer)

baca juga

Tatap Muka Dibuka, Warga Sekolah Harus Sehat Semua

Agus Supriyadi

Surabaya Siap Gelar PTM, Kadisdik: Masih Sedikit Wali Murid Izinkan Anaknya Ikuti PTM

Syaifuddin

Siswa SD dan SMP di Surabaya Bisa Belajar Daring lewat Televisi

Aziz Manna Memorandum