Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Jombang

GPK Jombang Ajak Bersatu Perang Lawan Covid-19

Ketua Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Kabupaten Jombang, H Mujtahidur Ridho.

Jombang, memorandum.co.id — Pandemi Covid-19 yang di awal bulan Desember 2020 dianggap tuntas, di luar perkiraan kian meningkat hingga menginjak pergantian tahun 2021 saat ini. Dan menyapu hampir di seluruh belahan dunia.

Fenomena pandemi Covid-19, diasumsikan akan lebih heboh dari tahun 2020. Dengan adanya Covid-19, semua tidak pernah membayangkan jika ini akan memperlambat seluruh sendi kehidupan bangsa.


Ketua Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Kabupaten Jombang, H Mujtahidur Ridho mengatakan, mulai kesehatan, pendidikan, sosial ekonomi, dan lain-lain menjadi lambat. Bahkan hampir atau sudah berada pada krisis ekonomi.

“Karena itu pemerintah mengambil langkah drastis dengan melarang berkerumun di malam tahun baru, yang mana sebetulnya pergantian tahun sangat ditunggu oleh dunia usaha,” katanya, Sabtu (02/1/2021).

Sama seperti hari raya yang lain, terang Ridho, pergantian tahun diharapkan bisa mendongkrak perekonomian dengan meningkatnya angka konsumsi masyarakat. Tak terkecuali di bidang pendidikan.

“Sektor pendidikan yang semula dijadwalkan sekolah tatap muka dimulai pada 4 Januari 2021 ini, akhirnya ditunda untuk waktu yang tidak terbatas,” terang pria yang akrab dipanggil Gus Edo ini.

Untuk itu, tandas Gus Edo, tahun 2021 ini semua harus bersatu, melangkah bersama pemerintah dalam melawan Covid-19. Terutama sekali mematuhi protokol kesehatan dengan 3M dan 3T. “Kalau semua satu langkah dalam kebersamaan, Insya Allah masalah akan teratasi,” tandasnya.

Persoalannya, lanjutnya, ada sekelompok masyarakat yang selalu apriori dengan setiap langkah yang diambil oleh pemerintah. Ketika mau melepaskan ego pribadi dan kelompok, dan bersatu menangani masalah Covid-19, ini akan cepat pulih.

“Saya optimis, manakala kita semua satu langkah bersama dalam menangani masalah Covid-19. Karena Covid-19 itu mempunyai efek domino, dan dampaknya juga akan signifikan di seluruh sektor kehidupan di Indonesia,” pungkasnya. (yus)

Reporter : Biro Mojokerto