Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Surabaya

Gubernur Pastikan Kesiapan RSUD Dolopo Madiun Tampung Pasien Corona

Gubernur Khofifah memberikan keterangan pers di RSUD Dolopo Corona.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa sidak ke RSUD Dolopo di Jalan Raya Dolopo, Kelurahan Krajan, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Sabtu (21/3).

Gubernur Khofifah didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Agung Subagyo, serta staf lainnya, melihat langsung kesiapan rumah sakit rujukan penanganan Covid-19, di wilayah tersebut.

Untuk diketahui, peta penanganan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) menjadi perhatian serius Gubernur Jatim. Khofifah memastikan RS Dolopo Madiun menjadi tempat rujukan baru bagi warga Madiun dan sekitarnya.

“Alhamdulillah Allah memberikan anugerah RSUD Dolopo punya gedung baru dan Pak Bupati sudah mengonfirmasi bisa digunakan. Ini bisa mengcover 100 pasien (ODP dan PDP),” kata Khofifah di Madiun.

Kemudian, dr Joni Wahyuhadi yang juga Ketua Gugus Tugas Kuratif akan melakukan koordinasi terkait penambahan bad untuk isolasi dari RSUD Dolopo sebagai RS rujukan.

“Nanti bisa dikoordinasikan dokter Joni dan dokter Bangun bersama tim RSUD Dolopo, supaya kita bisa hitung, mana yang Pemprov bisa support dan Pemkab untuk sharingnya (pembagian tugas),” terang Khofifah.

Ditambahkan, penambahan RS rujukan dan tempat tidur isolasi akan terus diupayakan seiring bertambahnya jumlah pasien ODP, PDP dan positif Covid 19.

Untuk opsi perawatan ODP dan PDP, walaupun bertambah bad dan RS, namun tidak menjadi jaminan.

“Aparatur medik dan paramedik ini memiliki keterbatasan jangkauan dan waktu. Dokter paru di RSUD Dolopo ini ada satu, RSU dr Soedono ada satu dan RSUD Caruban juga satu. Maka tindakan preventif harus diutamakan untuk mengendalikan penyebaran Covid 19,” ungkapnya.

Untuk preventif harus lebih dikuatkan dengan tidak keluar rumah. Menjaga kesehatan tubuh dengan pola hidup bersih dan sehat karena imunitas menjadi persoalan yang sangat penting.

“Keluar rumah saat penting saja, selebihnya lebih baik banyak di rumah saja. Di negara lain pengendalian Covid-19 yang paling efektif dengan tinggal di rumah dan meningkatkan kewaspadaan kolektif,” imbaunya.

Seperti diketahui dari data Tim Tracing Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Jawa Timur, hingga Jumat (20/3) terdapat pasien positif 15 orang, PDP 72 orang dan ODP 635 orang. (yok/day)