Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Jatim

Harga Telur Terjun Bebas, Peternak Jatim di Ujung Tanduk

Surabaya, Memorandum.co.id – Peternak Jawa Timur yang tergabung Gerakan Peternak Rakyat Indonesia (Gaprindo) resah. Karena harga pakan mahal, sementara harga telur anjlok di pasaran.

Ketua Komisi B DPRD Jatim, Amar Syafiudin mengatakan, peternak mengeluh karena tidak stabilnya harga. DPRD Jatim siap mendorong Pemprov Jatim memberikan bantuan pakan non tunai langsung ke peternak.


“Pemerintah harus hadir untuk mengawal keresahan peternak,” tegas Amar Syaifudin saat menerima hearing.

Politisi PAN Jatim ini menegaskan, pihaknya segera memanggil perusahaan pakan swasta di Jatim.

baca juga :  Pelaku UMKM Jatim Tolak Rencana Kenaikan Pajak Final 1 Persen

“Kami segera memanggil perusahaan pakan di Jatim. Kenapa harus ada kenaikan harga pakan,” tandas dia.

Selama ini, perusahaan pakan ternak tidak pernah memberi laporan ke pemerintah. Terkait kebutuhan pakan ternak.

Sementara itu, koordinator Gerakan Peternak Rakyat Indonesia, (Gaprindo), Yasin Nur Cahyono menyampaikan, kondisi seperti ini dirasakan peternak ayam petelur di Jatim.

“Kami butuh solusi dikarenakan bahan penunjang produksi kami sangat mahal,” lanjutnya.

Gaprindo berharap pihak legislatif turut membantu dalam mencarikan dan memberikan solusi terbaik buat para peternak rakyat di Jatim. Karena posisi peternak ayam petelur diujung tanduk.

baca juga :  DPRD Jatim Sarankan Dana Silpa Dialokasikan untuk Tangani Covid-19

“Nasib peternak sudah gulung tikar karena biaya produksi petelur sangat mahal,” jelasnya.

Peternak asal Blitar ini meminta pemerintah, khususnya instansi terkait bekerja memperpendek rantai pasokan jagung agar lebih efisien serta untuk menghindari munculnya kartel yang mengendalikan pasar dan menghambat transmisi harga. (day)

baca juga

Wakil Ketua DPRD Jatim Bersama Pangkoarmada II Tinjau Vaksinasi

Syaifuddin

Wakil Ketua DPRD Jatim : Jadwal Reses Ditambah Menjadi 8 Hari

Agus Supriyadi

Untuk Kelancaran Logistik, Pelayaran Perintis Tetap Diperbolehkan

Agus Supriyadi