Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Metropolitan

Hari Ini Gerindra Tutup Pendaftaran Cawali, Biaya Politik Ditanggung Calon Sendiri

Gus Hans mengembalikan formulir penjaringan bacawali atau bacawawali di Kantor DPC Partai Gerindra Surabaya, Kamis (14/11).

Surabaya, Memorandum.co.id –  Dari 14 calon yang mengambil formulir pendaftaran penjaringan Bakal Calon Wali Kota (Bacawali) dan Bakal Calon Wakil Wali Kota (Bacawawali) Surabaya dari DPC Partai Gerindra Surabaya, baru empat calon yang mengembalikan  formulir.

Di antaranya, Kamis (14/11), Zahrul Azhar As’ad alias Gus Hans, orang dekat gUbernur Jatim, yang mengembalikan formulir. Sebelumnya,  Budi Santoso, Agustian Arie W, dan Sudjadi.Pendaftaran dimulai 25 Oktober hingga 15 November 2019 di Kantor DPC Partai Gerindra Surabaya, Jalan Gayungsari XI/9.


Ketua Tim Penjaringan Bacawali dan Bacawawali DPC Partai Gerindra Surabaya Bagiyon mengatakan, hingga Kamis (14/11) pukul 14.00, baru empat calon yang mengembalikan formulir.”Ya, mungkin pada hari terakhir penutupan, Jumat (15/11) ini akan bertambah lagi calon yang mengembalikan formulir. Biasanya mereka mengembalikan saat injury time ” ungkap dia.

baca juga :  KPU Butuhkan Anggaran Rp 118 M untuk 4.121 TPS

Ditanya kader potensial Partai Gerindra Bambang Haryo Sukartono apakah memilih bertarung di Pilbup Sidoarjo? Bagiyon belum bisa memastikan.” Ya, kita lihat saja besok (hari ini, red), apakah Pak Bambang mengembalikan formulir atau tidak,”tandas dia.

Setelah pendaftaran ditutup, lanjut dia, nantinya seluruh berkas pendaftar bacawali atau bacawawali akan diverifikasi DPC dan DPD. Selanjutnya dikirim ke DPP untuk mendapat rekomendasi.

Apakah bacawali atau bacawawali nanti akan membuat surat pernyataan kesanggupan membiayai sendiri biaya politiknya? Bagiyon membenarkan. “Pembiayaan memang ditanggung calon sendiri. Bola kita lempar ke calon dan  bagaimana nanti follow up mereka. Biaya itu bukan untuk partai, tapi untuk biaya pemenangan calon sendiri. Misalnya, untuk menyiapkan saksi, alat peraga kampanye (APK), dan lain-lain. Jadi, partai bukan kapasitas sebagai sponsor, tapi hanya sebagai kendaraan saja,”tegas dia.

baca juga :  Anggaran Pilwali Surabaya Diteken, KPU Digelontor Rp 84 M dan Bawaslu Rp 27 M

Soal minimnya calon yang mengembalikan formulir apa karena persyaratan dari Partai Gerindra memberatkan mereka, terutama soal pembiayaan harus ditanggung calon sendiri? Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya BF Sutadi, ketika dikonfirmasi mengaku kurang tahu. “Tapi menurut kami persyaratan itu masih wajar dan enggak sulit. Dan, ke depan harus ada komitmen seperti itu (calon membiayai sendiri ongkos politiknya),”jelas Sutadi.

Terkait Gus Hans yang Sabtu (9/11) malam berkunjung ke kediamannya, apakah ini sinyal Partai Gerindra akan mendukung orang dekat Khofifah Indar Parawansa itu? Sutadi menegaskan, DPP akan melakukan konsolidasi dengan DPC/DPD dan tokoh masyarakat Surabaya sebagai masukan. Hasil survei, baik popularitas  maupun elektabilitas akan menjadi pertimbangan DPP. Jadi keputusan akhir siapa yang akan direkomendasi dan dicalonkan Partai Gerindra di Pilwali 2020 ada di tangan DPP.”Kita mendukung semua calon yang mengembalikan formulir. Soal Gus Hans yang silaturahmi ke rumah, ya itu gaya Gus Hans yang familier,” beber Sutadi.

baca juga :  Ikut Pilwali, ASN dan Anggota Dewan Harus Mundur

Sementara Gus Hans mengaku serius maju pilwali. Ini setelah dia mendapat dorongan dari masyarakat Surabaya, khususnya warga Nahdliyin. Selain itu, dirinya sudah melakukan komunikasi politik secara intensif dengan beberapa partai politik. “Mereka (partai politik) siap memberikan dukungan,” beber dia. (dhi/lis)

baca juga

Warga Tenggumung Siap Antarkan Eri-Armuji Menuju Balai Kota

Syaifuddin

Sutadi: Bambang Haryo Menguat

Syaifuddin

Srihono: Yang Dialami Shoji Kasus Politik

Syaifuddin