Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Ramadan

Hidupkan Malam Lailatulkadar

Hj Cita Nur Qomariyah, trainer public speaking dan dosen FDK Uinsa Surabaya

Memasuki minggu-minggu terakhir Ramadan, banyak umat Islam yang mulai menantikan malam lailatulkadar yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Hj Cita Nur Qomariyah mengatakan, bahwa di malam lailatulkadar dari Magrib hingga Subuh, Allah SWT telah menetapkan selama satu tahun dan memerintahkan kepada malaikat untuk mencatat kebaikan seluruh hamba Allah.


“Kita berusaha agar mendapatkan malam lailatulkadar karena segala ibadah kita baik sedekah, tarawih, tilawah mendapatkan ganjaran yang setimpa dengan seribu bulan,” ujar Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya yang akrab disapa Bunda Cita itu, Minggu (2/5).

baca juga :  Bagi Takjil di Masjid

Pihaknya menyebutkan bahwa Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadis. Rasulullah Muhammad SAW bersabda barang siapa yang menghidupkan malam lailatulkadar dengan iman dan mengharapkan pahala dari Allah SWT, maka akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.

“Maka di malam lailatulkadar mari kita berdoa, wahai Allah yang maha pengampun dan suka ketika ada hambanya yang meminta ampun, maka ampunilah aku,” ungkap Bunda Cita.

Bunda Cita menjelaskan bahwa iman dan mengharapkan pahala dalam hal ini adalah percaya akan janji-janji Allah dan melakukan ibadah karena Allah bukan karena seseorang atau sesuatu selain-Nya. “Maka InsyaAllah akan diampuni dosa-dosa yang terdahulu,” ucap trainer public speaking itu.

baca juga :  Masjid Sabilillah Candi Lontar Wetan, Perbanyak Pahala One Day One Juz

Bunda Cita mengkisahkan bahwa ketika memasuki sepuluh malam terakhir di Ramadan, Rasulullah mengencangkan sarungnya, tidak menyentuh istrinya, membangunkan istrinya untuk senantiasa beribadah.

Selain itu, Nabi Muhammad SAW menganjurkan kepada umat muslim melalui Aisyah istrinya dan para sahabat untuk mengejar malam lailatulkadar di setiap malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan.

“Seorang Rasulullah saja berusaha mengejar malam lailatulkadar, maka kita juga. Semoga kita adalah orang-orang yang beruntung mendapatkan malam lailatulkadar,” terangnya.

Bunda Cita juga menyampaikan, bahwa malam lailatulkadar disebut sebagai malam kemuliaan karena di antara sebagai malam Allah menetapkan Nabi Muhammad SAW sebagai rasul, malam diturunkannya Alquran, dan malam turunnya seluruh malaikat termasuk malaikat Jibril.

baca juga :  Ramadan Tiba, Hilal Setinggi Tiga Derajat Terlihat di Gresik

“Agar kita bertemu dengan malam lailatulkadar, saya mengajak seluruh umat muslim untuk bersama-sama senantiasa beribadah dan berbuat baik, seperti membaca Alquran terutama di dalam salat dan selalu menjalankan sunah-sunah rasulullah,” pungkas Bunda Cita. (mg1/nov)

baca juga

Tingkatkan Kualitas Hubungan Keluarga

Agus Supriyadi

Tetap Berbagi dengan Sesama

Agus Supriyadi

Tarawih Bareng Karyawan

Agus Supriyadi