Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Surabaya

HJKS ke-728, Pemkot Surabaya Hapuskan Denda PBB

Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD), Rachmad Basari

Surabaya, Memorandum.co.id – Pemkot Surabaya melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD) Kota Surabaya menghapuskan denda Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-728. Penghapusan denda atau sanksi ini berlaku mulai hari ini, 1 April-30 Juni mendatang.

Pembebasan denda tersebut, sudah tertuang dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 9 Tahun 2021 tentang Penghapusan Sanksi Administratif Denda Pajak Bumi dan Bangunan kepada masyarakat Kota Surabaya tahun 2021 dalam rangka HJKS ke-728.


Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD), Rachmad Basari mengatakan, sebenarnya pembebasan denda pada saat HJKS merupakan insentif yang diberikan pemerintah kepada warga secara rutin.

baca juga :  Antisipasi Rusuh Unjuk Rasa Hari ini, Batu Jalanan Surabaya Dibersihkan

Namun, karena saat ini kondisinya pandemi Covid-19, maka, pemkot merelaksasi dengan memperpanjang masa pembebasan denda. Biasanya pembebasan denda diberlakukan selama sebulan saja, kini diperpanjang menjadi menjadi tiga bulan.

“Karena ini berkaitan dengan Covid akhirnya, tempo atau waktunya diperpanjang tujuannya untuk mendongkrak ekonomi. Jadi kami berlakukan selama tiga bulan. Untuk pembebasan denda tunggakannya dimulai dari tahun 1994-2021,” kata Rachmad Basari.

Basari optimistis, jika 2021 tersebut target tercapainya lebih besar dibandingkan 2020. Sebab, menurut dia, pergerakan pemulihan ekonomi cukup melaju dari pada 2020 saat pertama pandemi.

“Jadi kami optimistis lebih tinggi dan lebih baik dari tahun seblumnya, Kita akan semakin masif mensosialisasikan kepada warga,” urainya.

baca juga :  Rakor Pemberantasan Korupsi, Wali Kota Eri: Ini Semakin Memberikan Kepercayaan bagi Pemkot untuk Bekerja

Bahkan, dia menegaskan informasi serta sosialisasi pembebasan denda itu terus digalakkan. Dia menghitung ada sedikitnya 15 mobil pajak yang setiap hari keliling di kantor kelurahan untuk melayani warga membayar pajak.

“Kami juga sudah komunikasi dengan UPT kami dan kami minta warga unutk saling menginformasikan. Jadi saling membagikan informasi supaya semakin masif,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Besari menghitung data tunggakan dan pajak pokok yang terekam sejak 1994-2021 itu mencapai Rp 1 triliun. Oleh sebab itu, dia menargetkan 2021 angka yang terealisasi berjumlah Rp 1,3 miliar. “Nah sampai dengan hari ini sudah masuk Rp 205 miliar atau 14,81 persen,” ungkapnya.

baca juga :  Pastikan Ibadah Paskah Aman dan Lancar, Forkopimda Surabaya Cek Gereja

Di kesempatan ini, dia berharap berharap program pembebasan atau penghapusan denda PBB ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh warga Kota Surabaya. Sebab, jika periode program ini berakhir pada 30 Juni 2021, maka denda itu tetap harus dibayarkan sesuai dengan peraturan semula.

“Karena pemberian pembebasan denda itu, secara aturan diperbolehkan pada momen tertentu seperti HJKS atau menyambut Hari Pahlawan. Jadi monggo warga Surabaya manfaatkan sebaik mungkin pembebasan denda PBB, jangan lupa informasikan kepada saudara, tetangga maupun kerabat anda,” pungkasnya. (fer)

baca juga

Wisata Air Kalimas Nasibmu Kini: Pandemi Datang, Pengunjung Hilang

Aziz Manna Memorandum

Wawali Surabaya: Emak-Emak adalah Ujung Tombak

Aziz Manna Memorandum

Wawali Armuji Tinjau Vaksinasi Massal Pedagang Pasar Kapasan

Aziz Manna Memorandum