Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Surabaya

Imbas Pipa Bocor, Aliran Air PDAM Belum Merata

Surabaya, memorandum.co.id – Imbas perbaikan pipa PDAM yang bocor di Jembatan Jagir Wonokromo dirasakan warga kawasan Bulak Banteng.

Andika Pratama, warga Bulak Banteng Gg III, Kelurahan Bulak Banteng, Kecamatan Kenjeran mengaku air PDAM tidak keluar sama sekali saat saklar pompa air coba dinyalakan sekitar pukul 12.00.


“Nggak keluar tadi saat saya coba, sudah dicoba 3 kali, 30 menit berlalu masih belum keluar, jadi bingung mau mandi tapi untung masih ada sisa sedikit,” tutur Andika, Minggu (28/3/2021).

baca juga :  Pipa PDAM Jebol 6 Hari di Jalan Ksatria, Belum Ditemukan Pusat Kebocoran

Saat memorandum menunjukkan flyer pengumuman bahwa ada perbaikan pipa bocor di Jembatan Jagir Wonokromo sehingga membuat lajur air bersih terganggu dirinya mengaku tidak tahu jika ada himbauan tersebut.

“Saya tidak tahu, saya kira ya sama saja karena biasanya juga sulit keluar airnya. Kadang baru bisa lancar airnya itu sekitar sore menjelang Maghrib sama saat subuh pagi hari itu sekali colok langsung keluar,” jelasnya.

Usai membaca flyer imbauan dari PDAM terkait perbaikan pipa, dari situ Andika berharap supaya perbaikan sesuai tepat waktu, yakni pukul 18.00.

baca juga :  Pipa Induk PDAM Bocor, Sepekan Warga Wiyung Kesulitan Air Bersih

“Ya mudah-mudahan bisa segera tuntas hari ini sesuai jadwal yang tertulis. Karena besok hari Senin itu orang-orang otomatis butuh air semua, jangan sampai terkendala,” harapnya.

Namun lain hal yang dirasakan oleh Zahwa Bulan, warga Mrutu Kalianyar, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir. Dia mengaku air PDAM di kediamannya tak mengalami kendala. Saat pompa air coba dihidupkan air langsung mengucur deras.

“Aman,” singkatnya kepada memorandum.co.id sembari menunjukkan kran yang mengucurkan air. (mg3)

baca juga

Pipa PDAM Lidah Kulon Bocor, Warga Kelabakan

Syaifuddin

Pipa PDAM Jebol 6 Hari di Jalan Ksatria, Belum Ditemukan Pusat Kebocoran

Syaifuddin

Pipa PDAM Bocor di Simpang Empat GNI Gresik

Ferry Ardi Setiawan