Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Hukum Kriminal

Ini Pengakuan Dua Penculik Ara

Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Jhonny Eddison Isir dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersalaman dengan Ara yang didampingi kedua orang tuanya di Mapolrestabes Surabaya.

Surabaya, Memorandum.co.id – Pengakuan Hamidah dan Oke, menculik Ara dilakukan karena sakit hati dan merasa difitnah oleh keluarga orang tua Ara, Tri Budi dan Safrina Anindya.

“Saya dari dulu sering disakiti dan difitnah oleh orang tua korban. Jadi sangat sakit hatilah,” ungkap Hamidah kepada wartawan, Sabtu (27/3).


Puncak sakit hati Hamidah sewaktu mendengar anaknya terjadi cekcok dengan Safrina, orang tua Ara hingga ditampar pada Minggu (21/3) lalu.

Tidak hanya itu, Hamidah dan Oke sering dihina, difitnah, dicaci maki di depan umum dengan kata-kata kotor. Menurutnya, apa yang disampaikan mereka benar-benar tidak manusiawi dan tidak selayaknya.

baca juga :  Anggota SPKT Pertemukan Anak Hilang dengan Orang Tua

“Selama ini kami sudah memendam sakit hati. Bahkan saat orang tua korban saat menampar anak saya kami redam dan tidak melaporkan ke polisi karena kami masih menganggap saudara,” jelas Oke, suami Hamidah.

Meski sudah meredam sakit hatinya ini, namun balasan dari orang tua Ara masih terus memperlakukan Hamidah dan Oke serta anak-anaknya secara tidak manusiawi.

Sakit hati Hamidah dan Oke tidak sampai di sini. Menurut pasangan suami siri ini, lantaran orang tua Ara ingin menguasai harta warisan rumah di Karanggayam.

baca juga :  Polsek Krian Temukan Anak Hilang

“Orang tua Ara juga ingin menguasai rumah warisan juga,” tutur Oke dan Hamidah.

Sementara Hamidah dan Oke membantah jika telah merencanakan penculikan terhadap Ara untuk melampiaskan sakit hatinya.

Oke menceritakan kronologisnya, saat itu, dia pulang kirim makan buat anak Safriana yang lain di Karanggayam. Tiba-tiba Ara melintas, sehingga dipanggil oleh Hamidah dan mau.

“Akhirnya Ara ikut dengan kami,” terang Oke.

Selama dalam penguasaan Oke dan Hamidah, tidak ada perlakuan kasar ataupun kekerasan yang lainnya terhadap Ara.

baca juga :  Bocah Karanggayam Menghilang, Keluarga Terima Pesan Minta Tebusan

“Selama Ara bersama saya, tidak ada kekerasan sama sekali karena dia sudah saya anggap putri sendiri. Jadi tidak ada perencanaan sama sekali untuk menculik,” tutur Oke.

Lucunya, selama pemberitaan hilangnya Ara viral di media sosial, Oke mengaku tidak tahu dengan dalih HP-nya cuma dua, milik Hamidah dan Oke saja.

“Jadi saya tidak tahu sama sekali jika hilangnya Ara jadi viral di media sosial,” pungkas Oke.  (rio)

baca juga

Polsek Krian Temukan Anak Hilang

Syaifuddin

Penculik Ara, Tante dan Suaminya

Aziz Manna Memorandum

Pamit Latihan Silat, Pelajar Gresik Hampir Sepekan Hilang

Aziz Manna Memorandum