Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Polres Gresik

Jelang Lebaran, Personel Gabungan di Gresik Perketat Mobilitas Masyarakat

Petugas saat menghadang pengendara di Pos Penyekatan

Gresik, Memorandum.co.id – Jelang hari raya Idul Fitri 1442 hijriah, personel gabungan mulai memperketat mobilitas masyarakat. Praoperasi penyekatan larangan mudik 2021 mulai tancap gas di delapan pos yang sudah didirikan. Kendaraan yang melintas di Kota Pudak harus melewati pemeriksaan yang ketat.

Kapolres Gresik, AKBP Arief Fitrianto melalui Kasat Lantas AKP Yanto Mulyanto menyebut, delapan pos penyekatan terdiri dari dua Pos Sekat Terpadu di perbatasan Gresik-Lamongan. Empat Pos Pengamanan Penyekatan dan dua Pos Pengamanan.


Posko tersebut tersebar di beberapa kecamatan. Di antaranya wilayah perbatasan Panceng, Duduksampeyan, Menganti, Driyorejo, Exit Tol Manyar, Exit Tol Kebomas, Simpang Empat Segoromadu dan Pelabuhan Gresik. Sebanyak 44-47 personel gabungan akan disiagakan pada masing-masing posko.


“Personel gabungan terdiri dari anggota Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Satgas Covid-19 serta organisasi masyarakat,” terangnya, Selasa (4/5/2021).

baca juga :  Tingkatkan Kesadaran Pelajar Dalam Berkendara

Mereka mulai berjaga dalam rangka sosialisasi sekaligus pemetaan arus lalu lintas.

“Selama pra penyekatan, tiap-tiap posko fokus pada sosialisasi larangan mudik. Termasuk penindakan kelengkapan berkendara serta memantau aktivitas lalu lintas,” jelas mantan Kanit Regident Polrestabes Surabaya itu.

Intensitas operasi semakin diperketat jelang penyekatan dan pengamanan larangan mudik. Yang berlaku pada 6-17 Mei 2021. Antisipasi gelombang pemudik yang pulang kampung sebelum tanggal tersebut.

“Pos-pos itu berfungsi untuk pemeriksaan pengendara. Mereka yang terindikasi hendak mudik, dengan terpaksa harus putar balik. Kecuali yang akan melaksanakan tugas dinas/kantor dengan dibuktikan surat tugas dan bebas Covid-19,” tandasnya.

baca juga :  Gadis SMP Benjeng Jadi Budak Nafsu Paman Sendiri hingga Hamil

Meskipun demikian, mobilitas (bukan mudik, red) masyarakat masih diperbolehkan pada wilayah aglomerasi. Yakni, pengumpulan atau pemusatan dalam lokasi kawasan tertentu. Wilayah Gresik sendiri masuk aglomerasi rayon I Jawa Timur. Bersama Surabaya, Mojokerto, dan Sidoarjo.(and/har)

Reporter : Biro Pantura

baca juga

Zoom Meeting Bareng Mendagri Jelang Cuti Bersama, Wakapolres Gresik Diminta Antisipasi Persebaran Covid-19

Agus Supriyadi

Ziarah Makam Kanjeng Sepuh Sidayu, Kapolres Gresik Imbau Protokol Kesehatan

Ferry Ardi Setiawan

Wujudkan Gresik Aman-Kondusif, Forkopimda Gelar Deklarasi Anti Anarkis

Agus Supriyadi