Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Lamongan

Jelang Ramadan, Kemenag Lamongan Imbau Masyarakat Ngabuburit di Rumah Saja

Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Lamongan, M. khoirul Anam

Lamongan, Memorandum.co.id – Sesuai peraturan pemerintah terkait bulan Ramadan yang akan datang, masyarakat diperbolehkan melakukan sholat tarawih berjamaah di masjid. Tetapi tetap harus melakukan prokes dengan ketat.

Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lamongan, M. Khoirul Anam mengatakan, masyarakat diperbolehkan menunaikan salat tarawih berjamaah di masjid. Meski diperbolehkan, namun kapasitas jumlah jamaah salat tarawih tidak melebihi 50 persen.


“Kalau tahun lalu kan tidak boleh, tapi sekarang sudah bisa salat berjamaah di masjid tapi hanya 50 persen dari jumlah kapasitas masjid yang ada,” kata Anam, Kamis (8/4)

baca juga :  Cegah Corona, Kemenag Imbau Warga Tidak Ziarah

Selain dibatasi, lanjut Anam, jamaah shalat tarawih juga wajib mematuhi protokol kesehatan yang sudah dianjurkan pemerintah. Seperti menjaga jarak, tidak boleh berkerumun saat berada di dalam masjid, mencuci tangan sebelum masuk masjid dan pengecekan suhu tubuh.

“Ya, meskipun saat ini Lamongan sudah masuk zona kuning, tapi jaga jarak saat salat tarawih masih perlu diterapkan dan masjid juga harus ngasih tanda barisan saf salat,” lanjutnya.

Tidakk hanya penerapan protokol kesehatan yang ketat, masih Anam, ta’mir masjid di seluruh Lamongan juga wajib menyediakan petugas untuk menghalau jamaah yang kedapatan berkerumun terutama anak muda dan anak-anak.

baca juga :  Ratusan Guru Madrasah Geruduk Kemenag Kediri Desak Pencairan BOS

“Imbauan surat juga sudah kita kirim ke KUA untuk disosialisasikan ke masjid dan tamkir. Kita juga berharap kesadaran masyarakat karena saat ini masih dalam situasi pandemik Covid-19, maka dari itu mari sama-sama memutus mata rantai penyebaran virus corona,” harap Anam.

Untuk aturan ngabuburit, terang Anam, Kemenang Lamongan juga tidak mempunyai wewenang melarangnya. Namun disarankan bagi masyarakat agar tidak menggelar kegiatan tersebut karena dikhawatirkan memicu terjadinya penularan Covid-19.

“Memang, ngabuburit tidak tertulis dalam edaran Kemenag RI, namun jika berpotensi krumunan maka bahaya, mendingan hal itu dilakukan di rumah saja,” tambahnya.(tri/har)

baca juga :  Kemenag Tetapkan 82 Titik Pemantauan Hilal Awal Ramadan
Reporter : Biro Pantura

baca juga

XL Axiata Dukung Digitalisasi Madrasah

Aziz Manna Memorandum

Tidak Surutkan Kegiatan Ramadan

Aris Setyoadji

Sambut Ramadan, Khofifah Minta Masjid-Musala Siapkan Satgas Covid-19

Aziz Manna Memorandum