Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Tulungagung

Jumlah Terkonfirmasi di Tulungagung Meningkat, GTPP Covid-19 dan Forkopimda Rakor

Rapat koordinasi GTPP Covid-19 dan Forkopimda Tulungagung.

Tulungagung, memorandum.co.id – Pandemi Covid-19 di Kabupaten Tulungagung belum selesai. Angka terkonfirmasi terus bertambah setiap harinya.

Data yang dihimpun Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Tulungagung, jumlah terkonfirmasi sebanyak 634 orang. Di mana 516 orang dinyatakan sembuh, 7 orang meninggal, 30 orang menjalani perawatan, 29 orang menjalani karantina, dan 52 orang sisanya menjalani isolasi.


Kemudian, jumlah tersebut bisa terus bertambah apabila masyarakat mengabaikan penerapan protokol kesehatan (prokes) di masa pandemi.

Guna menyusun langkah strategis yang akan diambil oleh GTPP Covid-19 Tulungagung, pada Minggu (29/11/2020), forkopimda menggelar rapat koordinasi (rakor) percepatan penanganan Covid-19.

Bertempat di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, rapat itu dihadiri Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto, Dandim 0807 Tulungagung Letkol Inf Mulyo Junaidi, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, Sekdakab Tulungagung Sukaji, dan Ketua DPRD Tulungagung Marsono.

baca juga :  Razia Masker di Tulungagung, Pelanggar Didenda Rp 25 Ribu

Selain itu juga nampak hadir perwakilan gugus tugas dari masing-masing kecamatan. Terdiri dari camat, kapolsek, serta danramil se- Kabupaten Tulungagung.

Dalam paparannya, AKBP Handono Subiakto mengatakan penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tulungagung selama ini sudah menjadi contoh untuk daerah lain.

Bahkan, Handono mengakui, ketika masih menjabat Kapolres Nganjuk, pihaknya dua kali mengirimkam tim untuk belajar mengenai penanganan Covid-19 di Kabupaten Tulungagung.

Handono menjelaskan, adanya peningkatan terkonfirmasi ini tak lepas dari sejumlah kegiatan yang terjadi selama beberapa waktu terakhir. Seperti liburan panjang, kemudian hiruk pikuk aksi menolak omnibus law dan beberapa hal lainnya.

baca juga :  20 Kampung Tangguh Terbentuk di Tulungagung

Oleh sebab itu mantan penyidik KPK ini mengusulkan kepada gugus tugas supaya kembali mengetatkan izin keramaian di masa pandemi. Sehingga potensi penambahan terkonfirmasi bisa ditekan.

“Jangan sampai kerja kita selama ini sia-sia. Terkait kegiatan yang mengumpulkan maayarakat, seperti kegiatan pencak silat, bahkan pengajian yang jumlah warganya banyak, itu harus dikonformasi ke satgas covid. Jika ruang lingkupnya antarkecamatan, maka harus gugus tugas kabupaten yang turun tangan,” jelas dia.

Pihaknya mengingatkan, selama Desember nanti ada beberapa event dan kegiatan yang harus menjadi perhatian semua pihak. Mulai dari kegiatan pilkada yang dilakukan oleh kabupaten/kota di Jatim, kemudian libur panjang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

baca juga :  Ribuan Pasukan Gabungan Disiagakan pada Malam Pengesahan Warga PSHT

Tidak hanya itu saja, Handono juga meminta masyarakat semakin meningkatkan kesadarannya menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi.

Sebab dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun, menerapkan jaga jarak saat berinteraksi, dan menggunakan masker ketika berada di luar rumah, mampu menekan potensi penularan dan penyebaran Covid-19 di Tulungagung.

“Harapannya, dengan ketaatan yang meningkat maka peta sebaran Covod-19 bisa dikendalikan dan kesehatan serta perekonomian masyarakat bisa segera pulih,” pungkasnya. (fir/mad/fer)

baca juga

Warga Pinggirsari Bacok Keluarga Adik Ipar

Aris Setyoadji

Warga Doroampel Ditemukan Tewas di Jalan Desa

Aris Setyoadji

Viral Penculikan Anak di Medsos, Kapolres Tulungagung : Itu Hoax

Agus Supriyadi