Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Surabaya

Jurang Kuping Ditutup, Pemkot Imbau Warga Tidak Berkunjung

Petugas gabungan dari Forkopimcam Pakal berjaga di Jurang Kuping.

Surabaya, memorandum.co.id –  Wana Wisata Jurang Kuping sudah ditutup Pemkot Surabaya. Hal ini dilakukan untuk menertibkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 di wilayah Jurang Kuping, Kelurahan Benowo, Kecamatan Pakal.

Setelah ditutup selama masa pandemi, jajaran Kecamatan Pakal tidak tinggal diam. Mereka setiap hari melakukan pengawasan dan pemantauan ke lokasi. Pemantauan rutin itu sudah dilakukan sejak Sabtu (13/2) hingga Senin (15/2). Makanya, warga diimbau untuk tidak berkunjung ke tempat tersebut selama pandemi.


“Jadi, mulai Sabtu, Minggu, dan hari ini Senin, kami terus melakukan pemantauan setiap hari. Hal ini untuk memastikan penutupan di Jurang Kuping sudah sesuai dengan SE (Surat Edaran) yang dikeluarkan oleh Forkopimcam Pakal, yang pada intinya menghentikan aktivitas usaha di sana selama pandemi,” tegas Camat Pakal Tranggono Wahyu Wibowo.

baca juga :  Belum Bayar Denda Administratif, Pelanggar Prokes di Surabaya Diblokir Kependudukannya

Menurutnya, selama tiga hari penutupan dan pemantauan di lokasi, para pengusaha warung kopi, warung nasi dan sejenisnya terpantau sangat kooperatif. Mereka menutup warungnya masing-masing dan tidak ada kegiatan usaha di tempat tersebut.

“Alhamdulillah mereka patuh semuanya dan kooperatif, sehingga kami juga menyampaikan terima kasih banyak kepada para pengusaha di tempat tersebut yang telah menutup usahanya,” katanya.

Oleh karena itu, ia juga mengimbau kepada warga yang ingin berkunjung ke tempat tersebut untuk menunda dulu karena tempat tersebut tutup selama pandemi.

baca juga :  Empat Indikator Jadi Dasar PPKM Lamongan Tidak Diperpanjang

“Karena kami mendapati masih ada warga yang hendak ke sana, tapi setelah melihat banyak petugas, mereka balik,” ujarnya.

Ia juga memastikan pemantauan ini akan terus dilakukan ke depannya. Hal itu menjadi penting dilakukan guna memastikan usaha di sekitar wilayah itu tetap menjalankan aturan yang telah ditetapkan.

“Di sini biasanya ada kegiatan kuliner dan kegiatan karaoke. Makanya kita lakukan penutupan,” ungkap dia.

Tranggono memastikan, apabila ditemukan pelanggaran di tempat tersebut, maka sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 2 Tahun 2021 Tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam Rangka Pencegahan dan Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19, pelanggar akan dikenakan sanksi berupa penyitaan KTP dan denda minimal Rp 500 ribu dan maksimal Rp 25 juta.

baca juga :  Jalan Tunjungan dan Darmo Ditutup Selama PPKM

“Sebenarnya ini bukan kegiatan yang pertama, kemarin pada saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pertama, kita sudah pernah melakukan sidak ke sini. Tapi kali ini lebih diintenskan lagi,”pungkas Tranggono. (fer/udi)

baca juga

Yustisi Serentak, Ribuan Pelanggar Prokes Disanksi

Ferry Ardi Setiawan

Wali Kota Batu Ikuti Rapat Evaluasi PPKM bersama Gubernur secara Virtual

Syaifuddin

TNI-Polri Bersama Satgas Covid-19 Jember Terus Bergerak Razia Jam Malam

Aziz Manna Memorandum