Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Headline Hukum Kriminal

Kalah Taruhan Balap Sepeda Angin, Lawan Dibacok dengan Celurit

Barang bukti celurit yang ditunjukkan Kapolsek Asemrowo AKP Hari Kurniawan didampingi Kanitreskrim Iptu Rizkika Atmadha bersama para tersangka.

Surabaya, memorandum.co.id – Tidak terima kalah taruhan sepeda angin, membuat M Riski Prianto (25) warga Kalianak Timur dan Selamet (28) warga Tambak Pokak, gelap mata dengan  membacok Achmad Fahmi Mudhofar (19), warga Genting Tambak Dalam.

Perseteruan tersebut bermula ketika dua kelompok adu balap di Jalan Kalianak Barat. Kelompok tersangka selalu kalah setiap kali balapan. Kemudian kelompok korban mengejeknya. Dan membuat kelompok tersangka tersulut emosinya hingga terjadi tawuran.


Ternyata, korban dan temannya Rafiqi dikeroyok di lokasi. Ia dikeroyok oleh kedua tersangka dan beberapa teman tersangka lain. Hingga akhirnya tersangka Riski menyabet kan celuritnya ke arah korban Mudhofar.

Sabetan celurit ini mengenai pantat korban. Luka ini membuatnya terkapar dan kedua kelompok membubarkan diri.

“Korban langsung dievakuasi ke rumah sakit dan melaporkan kejadian ini. Ia mendapat tujuh jahitan karena lukanya parah dan dalam, ” kata Kapolsek Asemrowo AKP Hari Kurniawan didampingi Kanitreskrim Iptu Rizkika Atmadha,  Selasa (1/12).

Dari ciri-ciri tersangka yang disampaikan oleh korban, polisi mencari tersangkanya. Kedua tersangka ditangkap saat berada di Jalan Tambak Pokak, Surabaya. Dalam penggeledahan di rumah Riski, polisi menemukan celurit yang diduga digunakan tersangka untuk menganiaya korban saat itu.

“Celurit itu milik tersangka yang disimpan di kamarnya. Sudah dipersiapkan saat kejadian untuk jaga-jaga katanya, ” ujar Hari Kurniawan.

Kapolsek Asemrowo menuturkan, motif kejahatan tersebut adalah sakit hati. “Tersangka mengaku sakit hati karena kalah terus dan diejek hingga menganiaya korban. Ada pelaku lain yang masih kami cari karena ikut memukul kedua korban saat itu, ” jelasnya.

Dari pengakuan tersangka Riski, melakukan perbuatan itu karena sakit hati. “Saat itu taruhan yang saya kumpulkan ratusan ribu,” katanya. (alf/udi)

Reporter : Alfin