Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Madura

Kawal Pengisian Anggota BPD Serentak

Wabup Bangkalan Drs H Mohni MM ketika memeriksa pasukan gabungan TNI-Polri untuk pengamanan pengisian anggota BPD serentak.

Bangkalan, memorandum.co.id – Para pengamat politik menilai situasi rawan konflik horizontal di Kabupaten Bangkalan, tidak hanya rentan terjadi dalam pesta demokrasi Pilkades serentak. Tetapi juga berpotensi terjadi saat proses pengisian anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serentak yang kini bergulir di kabupaten ujung Barat Pulau Madura itu.

Realita politik tingkat desa itu segera disikapi dengan lugas oleh Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra SIK MH MSi. Setelah beberapa kali digelar rapat koordinasi dengan pemkab dan institusi terkait, akhirnya muncul kesepakatan.


Rama bakal menerjunkan aparat keamanan gabungan berskala besar untuk mengawal proses pengisian anggota BPD serentak di Kabupaten Bangkalan. Tak tanggung-tanggung, jumlah total aparat keamanan gabungan TNI-Polri yang akan diterjunkan tercatat sebanyak 567 personel.

baca juga :  Sisir Kawasan Rawan, Satreskrim Polres Bangkalan Buru DPO Sindikat Begal Motor

“Selain itu, juga masih ditambah dengan dua peleton Pasukan Brimob BKO dari Polda Jatim,” kata Wakapolres Bangkalan Kompol Hendy Kurniawan SSos, Kamis (14/11) usai apel gelar pasukan pengamanan pengisian anggota BPB serentak, di Jalan Letnan Abdullah, Kecamatan Bangkalan Kota.

Malam harinya, total aparat keamanan sebanyak itu mulai didistribusikan ke-18 kecamatan. Mereka disentralisir di masing-masing kantor kecamatan. Baru keesokan harinya, Jumat (15/11) kemarin, menurut Hendy, 567 personal aparat keamanan gabungan plus 2 peleton anggota Brimob itu mulai disebar ke seluruh desa yang mulai menjalani proses pengisian anggota BPD serentak.

baca juga :  Ngantuk, Pengendara N-Max Seruduk Tronton

Hendy menegaskan, dari 273 desa yang tersebar di 18 kecamatan, tercatat sebanyak 256 desa mulai melaksanakan proses pengisian anggota BPD. Dalam konteks ini, Polres sudah melakukan kajian dan analisa peta wilayah secara detail dan seksama.

“Dari 256 desa itu ada tiga desa masuk daftar rawan konflik. Yakni pengisian anggota BPD di Desa Karang Gayam, Kecamatan Blega, serta Desa Banyonneng dan Tegar Priyah di Kecamatan Geger. Selebihnya, kami kategorikan aman. Meski begitu, akan tetap kita jaga dan diawasi secara ketat,,” tegas Hendy.

baca juga :  Tim Labfor Polda Ungkap Penyebab Korsleting RSUD Syamrabu

Wakil Bupati Bangkalan Drs H Mohni MM menambahkan, proses pengisian anggota BPD di 256 desa yang tersebar di 18 kecamatan, secara serentak akan dilaksanakan Jumat (15/11).”Start pengisiannya, serentak akan dimulai pukul 07.00,” ungkap Mohni. (ras/fer)

baca juga

Water Canon Semprot Disinfektan Jalan Perkotaan Bangkalan

Agus Supriyadi

Warning Bagi Anggota, Polres Bangkalan Gelar Apel Komitmen Bersama Antinarkoba

Ferry Ardi Setiawan

Wakapolres Buka Pelatihan Binmas Online System Volume 2

Ferry Ardi Setiawan