Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Derap

Kisah Peltu Supriyanto, Prajurit Kodam V/Brawijaya yang Tekuni Profesi Dalang Wayang Kulit

Supriyanto memegang wayang.

Surabaya, Memorandum.co.id – Di balik tubuh kekar Peltu Supriyanto sebagai prajurit Kodam V/Brawijaya mengalir darah seni yang kental. Dengan tujuan menjaga budaya Jawa, personel yang bertugas di Rumkitban Malang Kesdam V/Brawijaya ini juga menekuni profesi sebagai dalang yang jam terbangnya sudah tinggi.

Pria berusia 45 tahun ini mengisahkan, untuk bisa memainkan wayang kulit ini banyak lika-liku yang dihadapi. Sebab, sang ayah, Hadi Suyoto tidak ingin anaknya terjun di dunia seni atau mengikuti jejaknya.


“Bapak saya dulu penabuh kendang, sedangkan ibu saya, Saliyem, sebagai sinden. Sejak kecil saya diwanti-wanti jangan sampai jadi dalang, apalagi penabuh kendang,” ujar Supriyanto yang mengaku lahir di atas panggung ketika ibunya tampil.

baca juga :  Pangdam V/Brawijaya Pimpin Apel Dansat di Malang

Supriyanto mengatakan bila awal menjadi dalang ketika duduk dibangku SMA sekitar tahun 1992 dan ketika orang tuanya tahu Supriyanto muda kembali dimarahi.

“Apa kamu ingin menjadi miskin,” ucap Supriyanto menirukan bapaknya yang marah saat itu.

Namun hal itu tidak membuat niat Supriyanto surut, bahkan hal itu menjadi pemacu dirinya mendalami dunia pewayangan hingga dirinya mendaftar masuk TNI tahun 1996.

“Ketika sudah menjadi prajurit dan ketika ada kesempatan tampil menjadi dalang, saya undang Bapak saya, namun tidak saya beritahu,” tambah Supriyanto.

baca juga :  Pangdam V/Brawijaya Tekankan Prajurit Siap Hadapi Tantangan di 2020

Betapa terkujutnya sang bapak ketika mengetahui anaknya yang sudah menjadi prajurit TNI namun tetap keukeuh menjadi dalang. Bahkan, sebagai bentuk kehormatan karena keteguhan anaknya tetap melestarikan budaya Jawa ini, Hadi menjadi penabuh kendangnya.

“Bapak terharu ketika saya yang menjadi dalangnya, dan sejak saat itu saya mendapat dukungan,” ungkap Supriyanto.

Namun tidak berhenti sampai di situ. Ketika sudah menikah, ternyata istrinya, Dwi Mardiati Agustin, juga tidak setuju jika suaminya menjadi dalang. Alasannya, sebab takut bila pria yang dicintainya ini terpikat dengan sinden.

baca juga :  Pangdam V/Brawijaya Pimpin Apel Kesiapan Vaksinator dan Tracer Jatim

“Semua butuh proses dan ini yang harus saya hadapi. Setelah memberi pemahaman sehingga istri saya akhirnya mendukung,” ujar bapak dari Kirana Dani Dyah Larasati ini.

Sedangkan hal yang paling berkesan ketika Supriyanto tampil sebagai dalang di acara ruwatan di lapangan Makodam V/Brawijaya tahun 2009 yang disisaksikan langsung Pangdam yang saat itu dijabat Mayjen TNI Suwarno.

“Ketika disaksikan Pangdam suatu yang istimewa buat saya, dan hingga saat ini saya masih aktif menjadi dalang, namun tidak meninggalkan tanggung jawab saya sebagai prajurit TNI,” pungkas Supriyanto.(tyo)

Reporter : Aris Setyoadji

baca juga

Vaksinasi Tahap II, Tak Satupun Prajurit Kodam Brawijaya Alami Kipi

Aziz Manna Memorandum

TNI Bersama Masyarakat  Bergotong royong Perbaiki Ratusan  Rutilahu

Syaifuddin

TMMD ke-107, Kodam V/Brawijaya Sabet 2 Juara Sekaligus

Aziz Manna Memorandum