Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Surabaya

Kisah Perawat Taman DKRTH Rayon Barat, Kerap Dapati Bangkai dan Kotoran Manusia

Warsito melakukan perampingan tanaman taman

Surabaya, memorandum.co.id – Menjadi petugas kebersihan tak semudah yang dibayangkan. Kendati enjoy dan tidak menemui persoalan serius, sebagai manusia tentu akan memiliki keresahannya sendiri. Tak terkecuali yang dialami Warsito, petugas kebersihan dari Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Rayon Barat.

Selama 5 tahun bertugas mengawal kebersihan taman di Jalan Raya Darmo Permai hingga Jalan Kupang Jaya, Warsito seringkali menemukan berbagai macam kendala. Meski terlihat sepele, namun berhasil membuat Warsito resah.


“Setiap kali mau melakukan perawatan, pasti nemu bangkai, entah itu bangkai ular, bangkai tikus, pokoknya ada saja. Kita yang tadinya mau merapikan daun jadi harus buang barang yang kayak ginian,” keluh Warsito kepada memorandum.co.id, Rabu (2/12/2020).

baca juga :  Suka-Duka Petugas Kebersihan Sterilisasi Sampah di Plengsengan dan Kaki Jembatan

Warsito bersama 6 rekan kerjanya melakukan bersih-bersih taman sejak pukul 06.00 WIB. Mereka tersebar di beberapa titik. Beberapa perlengkapan turut dibawa. Ada gunting taman, sabit, keranjang sampah serta sebuah mobil jenis pick up tua yang mesinnya sudah digerogoti banyak masalah.

“Biasanya kalau sudah masuk musim hujan dikasih, tapi nggak tahu ini kok kurang lancar persediannya,” kata Warsito terkait perlengkapan tempurnya yang mulai tidak tedas namun belum mendapat ganti.

Musim kemarau, Warsito juga bertugas melakukan siram-siram taman di sepanjang Simo-Dukuh Kupang. Kini, memasuki penghujan, warga Manukan ini turun melakukan perawatan taman. Di samping menyulam dan melakukan perampingan, Warsito juga mengangkut sampah hingga pernah menemukan kotoran manusia di sela-sela semak.

baca juga :  Taman Dukuh Bulak Banteng Kini Segar dan Nyaman

“Kadang ada bekas BAB orang di situ, saya yang lagi menyulami rumput jadi nggak nyaman, kan jorok itu,” resah Warsito.

Rutinutas Warsito baru berakhir pukul 15.00 WIB. Soal sampah berupa daun kering dan ranting pohon akan diangkut dan langsung dibawa ke Sonokwijenan. Di sana ada tempat pembuangan sampah yang menampung dan nantinya akan dipergunakan sebagai kompos.(mg3)

baca juga

Warga Lakarsantri Butuh Taman Bermain Anak

Syaifuddin

Tumbang,  Pohon Angsana Hancurkan Kanopi dan Warung Kopi

Syaifuddin

Tekan Polusi dan Turunkan Suhu di Surabaya, Risma Bangun 573 Taman

Syaifuddin