Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Probolinggo

Komisi III DPRD Kota Probolinggo Persoalkan Pemadatan Galian Jargas

Kondisi galian jargas yang sudah dipadatkan  namun ambles di perempatan lampu merah Jalan Gus Dur.

Probolinggo, memorandum.co.id – Banyaknya bekas galian jaringan gas (jargas) yang ambles dan menimbulkan dampak lalin, disorot Komisi III DPRD Kota Probolinggo.

Komisi yang salah satunya membidangi pembangunan fisik ini melakukan inspeksi mendadak untuk mengecek kondisi lapangan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Probolinggo, Rabu (13/10/2021).


Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Agus Riyanto mengingatkan agar pengelola secepatnya memperbaiki pemadatan galian jargas yang terkesan dikerjakan asal-asalan sehingga banyak ditemukan galian ambles. “Kami minta pengelola pemadatan galian Jargas untuk segera memperbaiki karena banyak yang ambles. Jika tidak segera diperbaiki akan berdampak bagi pengguna jalan,” ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan ini juga menyayangkan tidak adanya koordinasi pihak pengelola dengan DPUPR untuk mengerjakan pemadatan galian jargas, sehingga tidak memenuhi standar.

“Perbaikan pemadatan galian jargas itu harus disegerakan. Sebab perbaikan tersebut sangat penting karena berhubungan langsung dengan dampak lingkungan,” tutur Agus Riyanto.

Heri Poniman. Anggota Komisi III DPRD Kota Probolinggo dari Fraksi Gerindra meminta pengelola proyek jargas untuk segera membongkar dan memperbaiki pemadatan sesuai harapan.

“Saya minta semua galian jargas yang selesai dipadatkan harus dibongkar karena sudah ambles. Dan segera diperbaiki seperti semula,” tutur Heri Poniman.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Agus Hartadi melalui Kasi Pemeliharaan Beny Chandra menyebut bahwa keberadan galian masih banyak yang belum dibenahi. Ia mendorong agar pengelola proyek bisa langsung melakukan perbaikan terhadap ruas jalan rusak bekas galian. Mereka tidak bisa membiarkan bekas galian ambles begitu saja.

“Kami akan memanggil pelaksana proyek galian jaringan gas. Kami minta agar pemadatan bekas galian tersebut pemadatannya harus rata dan tidak membahayakan orang lain,” kata Beny.(mhd)