Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Surabaya

Kopi Pagi

Oleh : Lia Istifhama

 

(sebuah catatan sederhana, tentang filosofi kebaikan kopi)

Manusia memiliki pilihan.

Menjadi pemenang tapi tidak dikenang.

Ataukah menjadi besar setelah dihempaskan?

Ibarat kopi, ketika bijinya dileburkan, maka aroma wangi dan kegurihan rasanya dinikmati banyak orang.

Setiap bijinya menyatu dengan setiap biji lainnya.

Tidak ada lagi pengkultusan ego individual. Karena kopi telah mewujudkan diri sebagai bagian dari keseluruhan kenikmatan kopi yang diseduh semua orang.

Ia dilebur, dan menyatulah ia dengan lainnya.

 

 

 

baca juga

Sang Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari, Penggerak Spirit Nasionalisme

Agus Supriyadi

Nuzulul Qur’an, Self Reminder Pentingnya Ilmu

Agus Supriyadi

Manusia Dan Masalah

Agus Supriyadi