Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Madura

KPU Sumenep Lelang Bilik, Kotak, dan Surat Suara Pemilu 2019

Logistik Pemilu 2019 yang dilelang KPU Sumenep.

Sumenep, memorandum.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep melelang bilik dan kotak suara berbahan kardus serta surat suara pemilu 2019. Total berat logistik yang dilelang mencapai 128 ton lebih.

Dari hasil lelang yang ditutup awal Agustus tersebut, KPU Sumenep mengantongi dana sekitar Rp 318 juta yang langsung dimasukkan ke kas negara melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

Lelang bilik, kotak dan surat suara tersebut sudah mendapat persetujuan KPU RI berdasarkan surat KPU RI nomor: 500/RT.01.3-SD/04/SJ/VI/ 2019, tertanggal 15 Juni 2019. Dalam surat tersebut, KPU RI menyetujui penjualan barang milik negara berupa logistik sisa pemilu 2019.

“Pelaksanaan lelang 28 Juli sampai 7 Agustus 2020. Lelang dilaksanakan dengan penawaran secara tertutup (close bidding) tanpa kehadiran peserta lelang. Penawaran lelang secara online melalui KPKNL Pamekasan dengan total penawar ada enam peserta,” ujar Sekretaris KPU Sumenep Anwar Syahroni Yusuf.

Menurut Anwar, KPU Sumenep hanya menyetorkan data tentang barang yang akan dilelang, jumlah dan limitnya berapa. Semuanya KPKNL yang memproses, KPU hanya menerima hasil lelang.

Anwar juga mengatakan, setelah pemenang lelang ditetapkan dan melunasi pembayaran, maka pemenang bisa melaksanakan pengangkutan barang di gudang logistik KPU Sumenep.

Panitia lelang akhirnya menetapkan Aji Saputra dari Kabupaten Banyumas Jawa Tengah sebagai pemenang karena melakukan penawaran tertinggi, yaitu melewati nilai limit yang ditawarkan hingga mencapai 100 persen.

Aji Saputra menawar cukup tinggi yaitu Rp 318.700.100, padahal nilai limit yang ditetapkan KPU Sumenep hanya Rp 146 juta. Setelah itu, pemenang lelang diharuskan membayar uang jaminan sebesar Rp 65 juta.

“Pemenang sudah melunasi pembayaran. Saat ini sudah proses pengangkutan barang. Seluruh uang hasil lelang logistik sisa pemilu 2019 langsung dimasukkan ke kas negara melalui KPKNL,” tandas mantan Camat Batang-batang tersebut. (aan/fer)

Reporter : Biro Madura