Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Derap

Mengabdi Saat Pandemi, Bantu Pembangunan Infrastruktur dan Pertumbuhan Ekonomi

Bersama warga, gotong royong merehab rumah

Oleh: Sutopo

Wabah  pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) membuat umat manusia di dunia pontang-panting. Tak terkecuali di Indonesia. Covid-19 terdeteksi masuk ke Indonesia sejak sekitar 2 Maret 2020 lalu.


Pagebluk ini mengejutkan banyak pihak. Pemerintah, pengusaha, masyarakat dari berbagai profesi seolah dibuat takut oleh virus yang terbilang mematikan ini. Akhirnya, pemerintah pusat dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo membuat berbagai kebijakan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Mulai dengan istilah work from home (bekerja dari rumah) atau disingkat WFH yang merupakan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. Karena salah satu penularan virus itu adalah melalui bersentuhan orang satu dengan orang lain dan dari percikan air ludah. Pemerintah, mewajibkan para warga mencuci tangan dengan air yang mengalir, memakai masker, jaga jarak, menghindari berkerumunan.

Sesuai data sejak masuknya Covid-19 di Indonesia sekitar 2 Maret 2020 hingga tanggal 3 April 2021 tercatat ada 1.527.524 orang terpapar Covid-19. Kemudian 41.242 meninggal dunia dan 1.366.214 sembuh.

Masuknya Covid-19 sangat memukul para pengusaha. Pengusaha di bidang transportasi bus, misalnya. Pendapatan mereka mampet karena aktifitas bepergian masyarakat dibatasi oleh kebijkan pemerintah.  Bahkan, awal-awal masuknya Covid-19, pemerintah sempat melarang jasa transportasi mulai bus, kereta api, pesawat untuk tidak beroperasi sementara waktu. Hal itu otomatis membuat mereka yang sehari-hari berprofesi sebagai sopir bus sangat terpukul karena mata pencaharian sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan keluarga terganggu.

Tak hanya bidang transportasi, tapi usaha di bidang lain juga banyak yang terdampak. Seperti pariwisata, bioskop, hotel, pertunjukan konser musik yang mendatangkan orang banyak, warung makan dan perusahaan besar lainnya atau pabrik banyak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang membuat banyak orang bingung.

Dengan adanya pandemi Covid-19 19 tak memyurutkan niat Tentara National Indonesia (TNI) untuk mengandi kepada masyarakat. Ya, tahun 2021 ini di Desa Ngrancang dan Jatimulyo, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawab Timur menjadi bagian lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-110.Tak tangung-tangung TMMD ke -110 di Bojonegoro diresmikan langsung oleh Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak.

Program TMMD ke – 110 tahun 2021 yang dilakukan Kodim 0813 Bojonegoro di dua desa tersebut menyentuh beberapa program. Fisik dan non fisik. Sasaran program fisik adalah rehab ruang kelas SDN Ngrancang IV, Normalisasi Sungai di Desa Ngrancang dan Desa Jatimulyo. Kemudian Pembangunan jalan aspal di Desa Ngrancang dengan panjang 1.523 meter dan lebar 3 meter. Dan Pembangunan Jalan Aspal di Dusun Kramanan panjang 550 meter serta lebar 3 meter. Kemudian pembangunan jalan aspal di Desa Jatimulyo pamjamh 2.400 meter dan lebar 3 meter.

baca juga :  Sasaran Aladin TMMD 110 Bojonegoro, Pengecoran Sabuk Dinding Rumah Selesai

Lalu, di TMMD ke 110 yang dilakukan Kodim 0813 Bojonegoro juga melakukan pembangunan drainase Desa Jatimulyo, Volume 129 x 0,8 x 0,8 meter. Dan program ALADIN (Rehab Rumah), Sejumlah 20 unit di dua desa tersebut. Program- program di atas sejalan dengan Program Pemkab Bojonegoro.

Untuk merealisasikan itu Kodim Bojonegoro menerjukan 210 personil yang terdiri dari TNI AD 70 orang, TNI AL 31 orang, TNI AU 31 orang, Polri 2 orang, Pemerintah Kabupaten 16, Linmas 4 orang, Pemerintah desa 6 orang, masyarakat 60 orang. Tak hanya program fisik. Tapi di TMMD juga ada program non fisik.

Komandan Kodim (Dandim) 0813 Letkol Inf. Bambang Hariyanto menuturkan TMMD merupakan operasi bakti yang dilaksanakan secara terpadu dan lintas sektoral guna mendukung program percepatan pembangunan Pemkab Bojonegoro.

“Mekanisme pemilihan sasaran dalam pelaksanaan TMMD ke-110 tahun 2021 didukung Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melalui giat fisik dan non fisik sesuai mekasnisme bottom up planning,” katanya saat memberi sambutan.

Program TMMD sendiri sudah melalui Musrenbang tingkat desa, kecamatan dan kabupaten dengan mempertimbangkan aspek kesejahteraan dan stabilitas daerah. “Sehingga manfaat TMMD dapat dirasakan oleh setiap lapisan masyarakat,” ucapnya

Dandim 0813 menambahkan, pemilihan lokasi TMMD di Kecamatan Tambakrejo merupakan program pembangunan berkelanjutan infrastruktur di wilayah Bojonegoro di bagian barat karena selama ini masih terbelakang.

Kegiatan TMMD ditujukan untuk menunjang perencanaan pembangunan sarpras (sarana dan prasarana) infrastruktur nasional khususnya di wilayah Bojonegoro bagian barat yang akan dibangun jalan tol Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan dan Gresik . “Sasaran fisik diantaranya rehab ruang kelas SDN Ngrancang 4, normalisasi sungai 1.500 m di Desa Ngrancang dan 1.500 meter di Desa Jatimulyo,” kata Dandim.

Jalan yang telah dibangun oleh Satgas TMMD

Selain itu, satgas TMMD juga akan pembangunan jalan aspal desa Ngrancang dengan volume 1.523 x 3 m, jalan aspal di Desa Jatimulyo 1 dengan volume 550 x 3 m, Dusun Kramanan Desa Jatimulyo 2 dengan volume 2.400 x 3 m. Selain itu pembangunan saluran drainase Desa Jatimulyo 129 x 0,8 x 0,8 m, program aladin desa Ngrancang 10 rumah dan Jatimulyo 10 rumah.

Dandim berharap dengan dibangunnya jalan desa, sarana pertanian berupa normalisasi sungai drainase serta program Aladin, maka insfrastruktur semakin membaik sehingga mampu meningkatkan kualitas SDM masyarakat setempat. “Juga bisa meningkatkan ketahanan pangan, meningkatkan ekonomi dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa serta memantapkan kemanunggalan TNI-rakyat,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Anna Mu’awanah menuturkan, Bojonegoro terus berusaha membangun daerah-daerah pinggiran atau teriosolasi. “Dengan TMMD kita berusaha mempercepat pembangunan infrastruktur warga terisolasi. TMMD ini sangat membantu kami mempercepat daerah-daerah yang terisolasi,” katanya.

baca juga :  TMMD Ke-110 Tambakrejo, Kodim Bojonegoro Sosialisasikan Rekrutmen TNI

TMMD sudah lama dilaksanakan dan tiap tahun terus ditambah titik-titiknya. Karena infrastruktur yang dimiliki Pemkab total panjang 824 km, tahun ini jalan mantab sudah 642 km. Maka kerjasama dengan TNI Polri, untuk mempercepat aset-aset yang secara faktual diduduki warga, tapi secara legalistas ada di Perhutani. “Salah satu tujuannya mempermudah akses ekonomi warga,” bebernya.

Sementara itu, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suhariyanto dalam sambutannya juga berpesan kepada para satgas TMMD yang di lapangan untuk selalu menaati protokol kesehatan. “Karena protokol kesehatan, diantaranya memakai masker itu wajib dilakukan,” tegasnya.

Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak mengatakan, TMMD merupakan satu semangat kebersamaan untuk merealisasikan hal-hal yang terkadang sulit direalisasikan. Bojonegoro sendiri dipilih menjadi pusat TMMD ini menunjukkan komitmen besar Bojonegoro dalam program ini. “Protokol kesehatan jangan sampai ditinggalkan,” pesan Wagub kepada Satgas TMMD.

Pelaksanaan Program TMMD ke – 110 di Desa Ngrancang dan Jatimulyo, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro yang dibuka pada tanggal 2 Maret dan ditutup 31 Maret 2021 menelurkan harapan besar bagi Kepala Desa (Kades) Ngrancang, Sudadi, dan Kepala Desa Jatimulyo, Koso. Jeremy berharapan ada program pembangunan yang berkelanjutan.

Kepala Desa Ngrancang, Sudadi bersyukur karena wilayahnya dipilih menjadi lokasi TMMD ke- 110 oleh Kodim 0813 Bojonegoro, sehingga dalam pelaksanaannya menghasilkan karya yang sangat luar biasa untuk dimanfaatkan masyarakat Desanya.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena apa yang dilakukan dalam program TMMD di desa kami memang sangat dibutuhkan masyarakat kami. Program ini sangat membantu dalam memperbaiki sarana fisik dan nonfisik di tengah keterbatasan yang kami hadapi,” kata Sudadi,

Kades Jatimulyo Koso juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Satgas TMMD yang berjibaku tak kenal lelah melaksanakan sasaran fisik program TMMD di desanya. Sehingga, beberapa sarana umum di desanya mengalami peningkatan menjadi lebih baik untuk manfaat masyarakat Jatimulyo.

Warga dan TNI bersama-sama membangunan jalan

Menurut Koso, seperti jalan yang menghubungkan dua desa yaitu Jatimulyo dan Ngrancang sebelumnya adalah jalan paving dan mengalami kerusakan kini berubah wujud menjadi jalan aspal yang dapat melancarkan transportasi masyarakat dua desa. “Kami sangat terharu dan sangat bersyukur ketika desa kami dipilih menjadi sasaran program TMMD ke 110. Dan saat pelaksanaan pembangunan, masyarakat kami juga sangat antusias sehingga mereka dengan senang hati membantu menyukseskan TMMD ke 119,” terangnya.

TMMD ke 110 menurut warga di Desa Ngrancang, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro Sudaryanto dirinya merasa sangat terharu. Yaitu karena rumahnya direhab oleh Satgas TMMD, yang sebelumnya mengalami kerusakan dengan kondisi atap bocor, dinding penuh lubang dan berlantaikan tanah. Namun saat ini, rumahnya berubah drastis setelah direhab oleh tangan tangan prajurit TNI Tiga Matra Angkatan yakni TNI AD, TNI AL dan TNI AU yang tergabung dalam Satgas TMMD bersama masyarakat sekitar.

baca juga :  Siapkan Makan, Satgas TMMD Bojonegoro Bantu Masak Ibu Sumini

“Saya merasa mendapatkan berkah dan hadiah yang tidak terduga. Akhirnya setelah dibongkar dan perbaiki selama satu bulan penuh oleh bapak bapak TNI dan warga akhirnya rumah saya benar benar bagus dan sangat layak sebagai tempat tinggal,” Kata Sudaryanto.

Sudariyanto juga menceritakan bahwa selama satu bulan perbaikan rumahnya oleh Para personil Satgas TMMD mulai dari atap yang diganti, serta mendapatkan dinding yang terbuat dari tembok, dan semuanya dikerjakan tanpa henti dengan semangat yang luar biasa. “Lantai saya yang dulu tanah juga sekarang dikeramik. Sehingga tidak ada debu yang setiap hari beterbangan dan menempel di perabotan rumah. Rumah saya ini sekarang benar benar menjadi rumah yang sehat,” lanjut Sudariyanto.

Atas rumah yang layak huni ini, Sudariyanto tidak bisa berkata apa apa untuk menyampaikan rasa terima kasihnya, namun apa yang sudah diberikan oleh program TMMD 110 dari Pemerintah Kabupaten dan juga Kodim Bojonegoro merupakan anugerah kebahagiaan dirinya dan keluarganya. Dan kepada Pemkab serta Kodim Bojonegoro dan pemerintah Desa Ngrancang, dirinya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga.

Rumah yang telah direhab Satgas TMMD

Tak hanya pembangunan rumah, warga di sana juga menikmati hasil pembangunan jalan oleh Satgas TMMD. Salah satunya adalah Warji (46), warga Ngrancang yang saat sedang melintas jalan saat mengangkut pakan ternak mengatakan bahwa dirinya merasakan ada perubahan saat melintas di jalan Desa Ngrancang. Kini jalan halus dan mulus di rasakan tanpa ada gelombang dan kerusakan seperti beberapa waktu lalu.

“Jalannya sudah halus sekarang, dan mudah dilewati. Sehingga saya sangat nyaman ketika mengangkut pakan ternak, yang setiap harinya melintas di jalan Desa yang sudah beraspal ini,” ujarnya.

Selain itu, warga Desa Ngrancang yang lain juga merasakan hal sama, saat ini melakukan transportasi di wilayahnya sudah tidak mengalami kendala lagi, juga tidak merasakan gelombang dan jalan rusak sehingga mereka mudah dalam bepergian maupun beraktifitas lainnya dengan menggunakan kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

“Sudah tidak susah lagi mas, sekarang mulus jalannya dan mudah mudahan dengan jalan yang bagus dan beraspal ini akan membantu kami warga Ngrancang untuk memudahkan transportasi guna mengangkut hasil panen kami,” terang Zubaidah. (*)

Reporter : Biro Pantura

baca juga

Wujud Kemanunggalan TNI-Rakyat, Satgas TMMD Bojonegoro Bersama Warga Kompak Perbaiki Jalan

Agus Supriyadi

Warga Ngrancang Bakal Miliki Drainase dari Program TMMD Bojonegoro

Ferry Ardi Setiawan

Warga Antusias Belanja di Pasar Murah TMMD 110 Bojonegoro

Syaifuddin