Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Politik

Menjamin Hak-Hak Rakyat

Adi Sutarwijono Ketua DPRD Kota Surabaya

SURABAYA, RAPBD tahun 2020 disusun dengan semangat yang optimistis. Untuk pertama kalinya, dalam sejarah Surabaya, RAPBD digedok dengan nilai dua digit, Rp 10,3 triliun. Disahkan 10 Nopember, tepat Hari Pahlawan. Hari yang dikenang sangat heroik bagi arek-arek Suroboyo.

Kemampuan belanja itu belum pernah dicapai dari seluruh daerah otonom tingkat kabupaten/kota di Indonesia. Baru Kota Surabaya yang menjejakkan kakinya.


Sinyal positif lain, DPRD dan Wali Kota Tri Rismaharini bersama jajaran Pemkot Surabaya mampu bersinergi dengan baik. Yakni, komitmen mengawal APBD pro-rakyat. Mengawal kemajuan kota yang berbasis ekologis, pemerataan kue pembangunan dan berkeadilan.

Di depan mata, ada even-even besar yang menantang. Salah satunya, persiapan Surabaya sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021. DPRD Surabaya dan Walikota Bu Risma sudah menganggarkan untuk persiapan-persiapan event internasional.

baca juga :  PDI-P Surabaya: Hari Raya Idul Fitri, Momen Kembali ke Kesucian Hati

Maka, sebaiknya semua pihak menyudahi polemik. Stop, perdebatan yang tidak perlu. Percayakan pada Wali Kota Bu Risma untuk memimpin “pasukan”, guna menyiapkan segala sesuatunya. Sehingga Surabaya bisa layak menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

Berikutnya, tahun 2020 digelar pesta demokrasi bagi rakyat Surabaya. Sebanyak 2,1 juta jiwa akan memilih calon wali kota-calon wakil wali kota, dalam pilkada serentak. Siapa yang akan menjadi “Komandan” baru Kota Surabaya? Rakyat akan menjatuhkan pilihan.

Maka, ketika KPU Kota Surabaya menyampaikan tambahan anggaran Rp 16 miliar, melalui Pemkot Surabaya, DPRD sama sekali tidak mengutik. Serupiah pun tidak ada yang dipotong. Kami sadar, kecukupan anggaran menjadi syarat mutlak Pilkada yang berkualitas.

baca juga :  Ketua Tim Pemenangan Eri-Armuji: Terima Kasih Warga Surabaya

Dalam RAPBD 2020, anggaran pendidikan masih menempati peringkat pertama, 21 persen. Sekitar Rp 2 triliun. Itu untuk menjamin hak-hak rakyat akan pendidikan gratis, yang berkualitas, di level SD dan SMP Negeri. Juga untuk mensubsidi sekolah-sekolah swasta.

Tantangan bagi Kepala Dispendik Kota Surabaya yang baru, Supomo. Bagaimana cara penerimaan siswa baru dengan pola zonasi tahun 2020, lebih baik lagi. Tidak ribut seperti tahun lalu.

RAPBD 2020 juga menjamin hak-hak kesehatan rakyat. Termasuk anggaran untuk membayar premi PBI (Penerima Bantuan Iuran) Rp 190,7 miliar. Untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pemkot baru saja mengupdate data MBR, sebesar 597.607 jiwa. Cukup besar anggaran yang disediakan, karena mengcover kenaikan premi BPJS.

Tahun 2020 juga akan dibangun instalasi pengobatan nuklir di Rumah Sakit Bakti Dharma Husada, di Surabaya Barat. Dan, ada penambahan unit-unit di RSUD dr. Soewandhi, pembangunan 8 lantai. Sehingga semakin lengkap lagi.

Tahun depan juga mulai dirancang desain pembangunan rumah sakit tipe C di Gunung Anyar. Agar akses berobat semakin terjangkau di bagian timur. Semoga tahun 2021, sudah bisa dimulai pembangunan rumah sakit itu. (nia/mik/gus)

Oleh: Adi Sutarwijono Ketua DPRD Kota Surabaya

baca juga

Terpapar Covid-19, Ini Pesan Ketua DPRD untuk Warga Surabaya

Ferry Ardi Setiawan

Pimpinan Dewan Kebut Pembentukan AKD

Syaifuddin

Pembentukan Fraksi-Fraksi Akan Diumumkan lewat Sidang Paripurna

Syaifuddin