Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Bojonegoro

Menteri Desa  Kunjungi Tebing Gupit Bojonegoro, Bantu BUMDes Rp 1 M

 

Abdul Halim Iskandar dan Wabup Budi Irawanto menanam pohon.(dok)

Bojonegoro, memorandum.co.id – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengunjungi Wisata Tebing Gupit (WTB) di Desa Sumuragung, Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Gus Halim juga memberikan bantuan Rp 1 milliar kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Guyub Rukun yang mengelola wisata tersebut.

Peninjauan tersebut diawali dengan peletakan batu pertama dan penanaman pohon oleh Mendes Abdul Halim bersama Wakil Bupati Bojonegoro Budi Irawanto, Sekretaris Daerah Nurul Azizah, DPR RI komisi IX Farida Hidayati, DPRD Provinsi Fauzan Fuadi, serta Forkopimda Kabupaten Bojonegoro.


Dalam kunjungannya ke wilayah Bojonegoro khususnya di tempat wisata Tebing Gupit, Abdul Halim cukup mengapresiasi desa wisata yang akan dibangun karena keadaan tempat yang cukup alami, indah serta menawan yang berada di Gunung Pegat tersebut.


“Cukup kagum dan salut terhadap pembangunan tempat wisata yang cocok dipilih sebagai tempat perkemahan. Dengan pandangan yang cukup indah, maka masyarakat dapat melihat kealamian dari tempat tersebut,” ungkapnya.

baca juga :  Halim Iskandar Jadi Menteri, PKB Proses PAW

Dengan pandangan yang cukup indah, maka masyarakat dapat melihat kealamian dari tempat tersebut. Selain itu, ia menuturkan, di tempat ini semua pengunjung dapat melihat pemandangan matahari terbit maupun terbenam tanpa perlu pergi jauh hingga ke Bali untuk dapat menikmati matahari.

“Nanti kalau mengkampanyekan tempat ini cukup mudah. Mau lihat matahari terbit dan terbenam, silahkan datang ke Desa Sumuragung,” canda Abdul Halim dalam sambutannya.

Diketahui, bantuan sebesar Rp 1 miliar untuk membangun tempat wisata tersebut, rinciannya keuangannya yaitu Rp500 juta dari Kementerian Desa PDTT dan Rp500 juta lainnya dari Fauzan Fuadi selaku anggota DPRD Jawa Timur.

Pria yang akrab disapa Gus Menteri juga menambahkan bawaannya desa memiliki tanggung jawab yang besar dalam pemulihan ekonomi nasional. “Satu-satunya kunci pemulihan ekonomi nasional di desa adalah BUMDes, unit usaha Bumdes yang paling favorit ialah desa wisata,” tandasnya.

baca juga :  Dua Tokoh Jawa Timur Jadi Menteri Kabinet Indonesia Maju

Wakil Bupati Bojonegoro Budi Irawanto menyampaikan Pemkab Bojonegoro terus mendorong pembangunan desa sebagai bagian pembangunan berkelanjutan. Salah satunya dengan cara mendorong pengembangan desa wisata sebagai wujud kemandirian desa.

Pemkab Bojonegoro juga menyambut baik dan berkomitmen mendukung sepenuhnya pembangunan Desa Sumuragung, Kecamatan Baureno. Di desa ini Tebing Gupit dibangun sebagai sebuah rintisan desa wisata. Selain memiliki potensi keindahan alam, nilai budaya, nilai religi, keunikan dan kisah sejarah masa lalu.

“Masyarakat Desa Sumuragung juga masih memerlukan stimulan untuk mempercepat dan mendorong pengembangan desa wisata, untuk mendukung terwujudnya kemandirian desa,” ungkap Wakil Bupati Bojonegoro Budi Irawanto, saat hadir dalam kunjungan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) kemarin.

Wakil Bupati Budi Irawanto menambahkan dalam pembangunan desa, SDGs desa dapat dioperasionalkan melalui berbagai program dan kegiatan. Diantaranya peningkatan infrastruktur dasar dan pengembangan desa wisata, memberikan pendampingan pembangunan desa hingga membuka jalan kerjasama dan kemitraan masyarakat desa.

baca juga :  Jadi Menteri, Gus Halim Diganti Masduki

“Sebagai sebuah rintisan desa wisata, selain memiliki potensi keindahan alam, nilai budaya, nilai religi, keunikan dan kisah sejarah masa lalu. Tentu masyarakat masih memerlukan stimulan untuk mempercepat pembangunan desa wisata,” ujarnya.

Bahwasanya, melalui pengembangan desa wisata nantinya dapat menciptakan lapangan kerja, mengangkat budaya keunikan, keaslian dan ciri khas desa. Serta menumbuhkan perekonomian dengan mendorong peningkatan PAD melalui Bumdesa.

Namun adanya keterbatasan dan kewenangan yang menyebabkan pemkab tidak selalu bisa memberikan program bagi masyarakat. Semua alokasi anggaran yang dibelanjakan harus mengedepankan akuntabilitas keuangan dan skala prioritas sebagaimana ketentuan.

“Kami berharap kolaborasi dan sinergitas ini bisa terus meningkat dan berlanjut kedepan. Sehingga Komitmen untuk membangun bersama secara produktif bisa terwujud,” pungkasnya. (top/har)

baca juga

Jadi Menteri, Gus Halim Diganti Masduki

Syaifuddin

Halim Iskandar Jadi Menteri, PKB Proses PAW

Syaifuddin

Dua Tokoh Jawa Timur Jadi Menteri Kabinet Indonesia Maju

Syaifuddin