Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Jatim

Menuju PTM, Pemprov Jatim Siapkan 57 Ribu Dosis kepada Pelajar SMK/SMA Se-Jatim

Khofifah Indar Parawansa melihat vaksinisasi siswa.

Surabaya, Memorandum.co.id –Langkah mempercepat pelaksanaan vaksinasi bagi pelajar terus dilakukan menjelang di berlakukanya pembelajaran tatap muka yang akan dilaksanakan besok Senin (30/8). Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) kembali menggelar vaksinasi serentak bagi SMA/SMK se-Jatim.

Pemprov Jatim menyiapkan sebanyak 57 ribu dosis bagi 38 kabupaten/kota se-Jatim. Artinya, setiap kabupaten/kota masing-masing memperoleh 1.500 dosis vaksin dengan jenis Sinovac.


“Kami memang keliling terus melakukan percepatan vaksinasi. Ada kebutuhan percepatan untuk PTM. Dan Kabupaten Sidoarjo ini sudah level 3, maka sudah boleh melakukan PTM secara terbatas dengan syarat-syarat yang tercantum dalam Inmendagri No. 35 Tahun 2021,” jelas Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Minggu (29/8).

“Oleh karena itu, stok Sinovac di pemprov kita maksimalkan untuk vaksinasi SMA/SMK seperti yang dilaksanakan hari ini serentak se-Jatim,” tambahnya.

Terkait pembelajaran tatap muka (PTM) Terbatas Bertahap, Khofifah meminta kepada kepala SMA/SMK yang berada pada kabupaten/kota dengan zona level II dan III mempersiapkan pelaksanaan PTM dengan memperhatikan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No. 35 Tahun 2021.

Termasuk juga memastikan bahwa seluruh guru, tenaga pendidik dan kependidikan telah divaksin semua. Sebagai informasi, salah satu syarat yang tercantum dalam Inmendagri tersebut yaitu kapasitas maksimal 50% dari normal, dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter.

baca juga :  Antre Sejak Pagi,  Warga Kanigoro Antusias Ikuti Vaksinasi 

Kemudian setiap siswa mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas paling banyak 2 kali dalam 1 minggu, paling lama 4 jam pelajaran per hari dengan 30 menit setiap jam pelajaran. Artinya dalam sehari PTM dilakukan selama 2 jam. Selain itu juga wajib disertai surat izin dari orang tua.

Pemberlakuan PTM terbatas tersebut, contohnya bisa dilaksanakan di Kabupaten Sidoarjo yang berada pada zona level III, atau Kabupaten Sampang dan Kabupaten Pamekasan yang berada pada zona level II.

Seperti pada kesempatan kemarin (28/8) Gubernur Khofifah Indar Parawansa meninjau vaksinasi serentak di SMP dan SMK Islam Krembung, di Desa Rejeni, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo.

baca juga :  Pemkot Malang Gencarkan Vaksinasi Covid-19 untuk Difabel

Tak hanya melakukan peninjauan di sekolah tersebut, ia juga melakukan video conference untuk memantau vaksinasi serentak, sekaligus berdialog dengan siswa dan Kepala SMA/SMK se-Jatim.

“Anak-anakku, bagaimana rasanya setelah divaksin? Agak terasa sedikit, tapi nanti jadi lebih baik dan sehat ya nak. Lebih suka pembelajaran lewat daring atau tatap muka? Karena ini vaksin Sinovac, 28 hari lagi jangan lupa vaksin dosis kedua ya anak-anak,” sapa Khofifah kemarin.

Menanggapi pertanyaan yang dilontarkan Gubernur Khofifah, para siswa-siswi pun ada yang berceletuk tidak terasa sakit setelah vaksinasi, ada yang berkata sedikit terasa sakit saat vaksin. Sementara untuk pertanyaan pembelajaran tatap muka, semua siswa serentak menjawab bahwa mereka rindu untuk mengikuti pembelajaran di dalam kelas.

baca juga :  Pemprov Jatim dan LDII Sediakan 1.000 Vaksinasi Covid-19 Berbasis Pesantren

Khofifah menjelaskan, Pemprov Jatim terus melakukan percepatan vaksinasi sebagai dukungan terhadap kebutuhan percepatan untuk PTM terbatas bertahap. Salah satunya, seperti vaksinasi massal yang dilakukan di SMP-SMK Islam Krembung, Kab. Sidoarjo.

Lebih lanjut disampaikan Khofifah, percepatan vaksinasi ini harus dilakukan secara massif, khususnya untuk remaja berusia 12-17 tahun dengan menggunakan Vaksin Sinovac. Karenanya, stok Vaksin Sinovac yang ada di Pemprov Jatim terus dimaksimalkan untuk vaksinasi pelajar SMA/SMK se-Jatim.

Sementara untuk stok Vaksin Sinovac yang ada di kabupaten/kota, Khofifah meminta untuk dimaksimalkan penggunaannya bagi pelajar. Agar masing-masing kabupaten/kota yang sudah diperbolehkan melaksanakan PTM relatif lebih aman.

“Karena pada dasarnya yang wajib divaksin gurunya, tenaga pendidik dan kependidikan harus divaksin. Sekarang kalau muridnya sudah tervaksin, maka tingkat perlindungan saat proses PTM bisa makin maksimal. Karena semua merasa terlindungi,” tegas Khofifah. (mg6)

Reporter : M Ridho

baca juga

Wujudkan Herd Immunity, Forkopimda Jatim Cek Vaksinasi di Jombang

Syaifuddin

Warga Tidak Terdaftar Penerima Bansos Akhirnya Diberi Gubernur

Syaifuddin

Wakil Ketua DPRD Jatim Bersama Pangkoarmada II Tinjau Vaksinasi

Syaifuddin