Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Surabaya

Orderan Sepi, Kerjakan Sirup Mangrove Bareng Keluarga

Soni Mohson ketika pameran di Jakarta pada Desember 2019.

Surabaya, memorandum.co.id – Bagi kelompok tani mangrove Wonorejo, Rungkut, masa pandemi Covid-19 ini sangat berpengaruh besar dalam masalah ekonomi. Salah satunya, produksi sirup bogem (buah tanaman mangrove) yang saat ini turun drastis.

Jika sebelumnya dalam sehari bisa memproduksi sampai 60-100 liter atau sekitar 200 botol, saat ini di musim pandemi hanya 50 botol.“Yang laku saja hanya lima botol, sebelumnya bisa 20 botol atau bahkan lebih,” ujar Ketua Kelompok Tani Mangrove Wonorejo, Rungkut, Soni Mohson, Jumat (19/2).


Lanjutnya, di musim penghujan ini, sudah hampir sebulan para pencari buah mangrove tidak mengirimkan ke rumah di Jalan Wonorejo Timur 50, Rungkut.

“Buah mangrove kita harga Rp 8 ribu per kilogram. Tapi sudah sebulan ini tidak kirim,” jelasnya.

Tambah Soni, karena sepinya pesanan, saat ini pekerjaan ditangani sendiri dan dibantu keluarga.“Kalau ada pesanan banyak atau setelah panen raya, kami dibantu empat orang. Tapi sekarang dikerjakan sendiri sama keluarga,” ujarnya.

Untuk stok buah mangrove, tambah Soni, tetap ada di freezer lemari es setelah buah mangrove dikupas.

“Panen rayanya Agustus, September, dan Oktober. Kita stok buah di freezer sampai panen raya lagi. Dan itu bisa bertahan lama,” tegas Soni.

Selain produk sirup mangrovenya yang terimbas pandemi, kegiatannya memberikan pelatihan terkait mangrove juga banyak yang dibatalkan. “Kegiatan bimtek juga banyak yang batal di luar pulau. Semoga pandemi ini cepat berlalu,” pungkas Soni. (fer/udi)