Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Surabaya

Pasar Bunga Terlengkap di Surabaya, Ya Pasar Bunga Bratang

Suasana Pasar Bunga Bratang

Surabaya, Memorandum.co.id – Setelah dihantam Pandemi Covid-19, pasar-pasar mulai bangkit dari keterpurukan ekonomi. Terlihat, beberapa pasar sudah mulai padat pengunjung.

Di Surabaya terdapat banyak pasar, mulai dari yang tradisional sampai modern. Tak hanya itu, ternyata di Surabaya terdapat pasar-pasar yang tak biasa dan tergolong unik. Salah satunya ialah Pasar Bratang yang menjajakan beberapa dagangan seperti flora dan fauna, salah satunya bunga.


Pasar Bunga Bratang merupakan pasar bunga tradisional di Surabaya yang terlengkap. Pasar bunga Surabaya yang satu ini berlokasi di Jalan Bratang sesuai dengan nama yang dikenakan.

baca juga :  Berburu Burung di Surabaya? ke Pasar Burung Bratang Saja

Di pasar bunga Bratang ada berbagai macam bunga tropis. Beberapa tanaman yang dijual di pasar ini adalah palm phoenix, camadorea, pinang merah, mawar jambi, dan masih banyak lagi.

“Di sini bunganya cukup lengkap dan harganya bervariasi, ada yang puluhan ribu sampai jutaan rupiah,” ujar Hertiani, salah satu pedagang bunga saat ditemui Memorandum.co.id, Jumat (4/12/2020).

Selain menjual bunga hidup, di sini juga menyediakan bunga dekorasi. Usaha ini hampir sama dengan jasa rangkaian bunga, hanya saja karya yang dihasilkan berbeda. Material yang dipakai tidak hanya bunga, tetapi juga memakai kayu triplek, stereofoam dan sejenisnya.

baca juga :  Berburu Burung di Surabaya? ke Pasar Burung Bratang Saja

Jenis karya yang dihasilkan biasa berupa papan-papan ucapan selamat, rangkaian mobil bunga untuk karnaval, hingga dekorasi panggung, baik dalam acara resmi dan pernikahan.

Pujianto (51), pemilik kios tanaman dekorasi mengatakan, setiap hari ada saja orang yang datang untuk pesan karangan bunga.

“Kadang untuk ucapan belasungkawa maupun ucapan selamat untuk instansi maupun perorangan,” kata Pujianto. (X-4)

baca juga

Berburu Burung di Surabaya? ke Pasar Burung Bratang Saja

Aziz Manna Memorandum