Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Ekonomi

Penuhi Kebutuhan Gas, Petrokimia dan Kangean Energy Indonesia Tanda Tangani MoU

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo dengan President Director KEI Ltd., Minoru Kuniyasu MoU (ist)

Gresik, memorandum.co.id – Untuk memenuhi kebutuhan gas pabrik pupuk amoniak-urea (amurea) eksisting, atau pabrik lainnya, Petrokimia Gresik melakukan langkah cepat dengan melakukan Memorandum of Understanding (MoU) jual-beli gas bumi dengan Kangean Energy Indonesia (KEI).

Penandatanganan kesepakatan dilakukan oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo dengan President Director KEI Ltd, Minoru Kuniyasu dalam event Oil & Gas Investment Day di Jakarta, akhir pekan ini yang disaksikan oleh Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman serta Menteri ESDM, Arifin Tasrif.


Direktur Utama Petrokimia Gresik  Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan, kesepakatan ini Petrokimia Gresik berencana membeli gas bumi dari lapangan gas wilayah kerja Kangean yang diperkirakan onstream pada tahun 2027 mendatang, besaran yang akan ditentukan kemudian.


Gas dari KEI ini nantinya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan gas pabrik pupuk amoniak-urea (amurea) eksisting, atau pabrik lainnya. Seperti diketahui, gas bumi merupakan bahan baku penting untuk memproduksi pupuk bersubsidi jenis Urea, NPK, dan ZA.

baca juga :  Petrokimia Gresik Catat Ekspor Baru 9 Ribu Kg Kaptan Kebomas ke Brunei

“Untuk itu dibutuhkan jaminan pasokan gas bumi yang berkelanjutan agar target produksi pupuk tidak terganggu, sehingga ketahanan pangan nasional dapat terjaga,” ujar Dwi Satriyo.

Saat ini kebutuhan gas bumi Petrokimia Gresik mencapai 144 MMSCFD, yang dipenuhi dari beberapa Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Gas tersebut digunakan untuk memenuhi produksi pupuk bersubsidi maupun komersial di perusahaan.

Lebih lanjut, Dwi Satriyo menjelaskan bahwa kebutuhan gas bumi bagi Petrokimia Gresik semakin penting untuk mendukung program related diversified industry atau meneruskan hilirisasi produk. Salah satunya adalah rencana pembangunan pabrik Soda Ash, yang akan memanfaatkan gas CO2 hasil samping dari pabrik Amoniak sebesar 174 ribu ton. Program ini menjadi salah satu strategi perusahaan untuk meningkatkan nilai tambah atau profitabilitas.

baca juga :  Gelar Innovation Award KIPG Ke-34, Petrokimia Gresik Hemat Rp 35,6 Miliar

“Kami sangat mengapresiasi dukungan pemerintah untuk pemenuhan gas bagi Petrokimia Gresik. Pemenuhan ini tidak hanya dirasakan oleh perusahaan semata, tapi juga pertanian di Indonesia,” tandasnya.(and/har)

baca juga

Wantimpres Minta Petrokimia Harus Optimalkan Pupuk Spesifik Lokasi 

Syaifuddin

Terapkan Pola Pemupukan Berimbang, Panen Tomat Naik 60 %

Agus Supriyadi

Satgas Tanggap Covid-19 BUMN Serahkan Bantuan Ribuan APD 

Aziz Manna Memorandum