Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Sejuta Kisah Rumah Tangga

Persahabatan Abadi Dua Bidadari di Garis Fatamorgana (7 – habis)

Berjanji Suatu Saat Pasti Menghubungi, tapi Entah Kapan

Saat bangun, Hantin merasakan dingin-dingin hangat. Ternyata seluruh tubuhnya dibaluri minyak angin. Matanya langsung tertuju ke wajah di depannya. Wajah Tavif. Di sebelahnya berdiri pemuda berpenampilan bule Turki.

“Kau…,” kata Hantin tercekat. Perempuan yang dikenali sebagai Tavif tersenyum.


“Kamu pasti mengira aku Tavif,” kata perempuan itu.

Hantin tidak paham. Dia hanya bertanya melalui pandangan mata.

“Kenalkan. Aku Winta. Saudara sepupu Tavif,” kata perempuan yang berwajah mirip Tavif sambil menyodorkan tangan untuk bersalaman. Hantin menyambut lemah.

baca juga :  Persahabatan Abadi Dua Bidadari di Garis Fatamorgana (3)

Winta lantas menjelaskan selama ini memang banyak yang mengira dirinya adalah Tavif. Demikian pula sebaliknya. Jangankan orang lain, keluarga sendiri saja keliru.

“Tavif sering bercerita kepadaku tentang kamu. Mulai kalian bersahabat sejak duduk di bangku SMP,” kata Winta. “Apakah Tavif tidak pernah bercerita tentang aku?” imbuhnya. Hantin menggeleng.

Kata Winta, terakhir Tavif menemuinya dua hari lalu. Tidak seperti biasa, kali ini sangat tergesa-gesa. Waktu itu Tavif minta maaf karena kemungkinan besar tidak bisa menghadiri pernikahan Winta. Ditanya mengapa, Tavif diam. Hanya, berkali-kali dia minta maaf.

baca juga :  Persahabatan Abadi Dua Bidadari di Garis Fatamorgana (6)

“Dia tidak berkata apa-apa?” tegas Hantin.

“Sebenarnya ada. Tavif yakin suatu saat kamu akan mencarinya sampai ke sini. Dia sangat yakin. Kalau memang itu terjadi, aku dititipi pesan agar disampaikan kepadamu,” kata Winta.

“Apa pesannya?” tanya Hantin cepat.

“Dia selalu menyayangimu. Mencintaimu. Kasih sayang dan cintanya tidak akan pernah luntur. Tavif mengaku terpaksa harus meninggalkanmu agar tidak sampai menodai kasih sayang dan cintanya,” tutur Winta.

“Katanya, suatu saat kamu akan menyadari makna di balik pesan ini, walau kini mungkin terasa sangat berat,” imbuh Winta.

baca juga :  Persahabatan Abadi Dua Bidadari di Garis Fatamorgana (4)

“Ke mana dia?” tanya Hantin. Lirih. Lemas.

“Tavif tidak mengatakannya. Dia berjanji suatu saat akan menghubungimu.”

“Kapan?”

“Entahlah. Kata Tavif, orang yang saling menyayangi dan mencitai karena Dia suatu saat akan dikumpulkan bersama. Selamanya. Dunia ini fana. Hanya fatamorgana.”   (habis)

 

Penulis : Yuli Setyo Budi

Pembaca yang punya kisah menarik dan ingin berbagi pengalaman, silakan menghubungi nomor telepon / WA 0821 3124 22 88 . Bisa secara lisan maupun tulisan. Kisah juga bisa dikirim melalui email yulisb42@gmail.com. Terima kasih

 

 

 

baca juga

Persahabatan Abadi Dua Bidadari di Garis Fatamorgana (6)

Agus Supriyadi

Persahabatan Abadi Dua Bidadari di Garis Fatamorgana (5)

Agus Supriyadi

Persahabatan Abadi Dua Bidadari di Garis Fatamorgana (4)

Agus Supriyadi