Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Pasuruan

Pria Pasrepan Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kos

Pria asal Paserpan yang ditemukan meninggal di dalam kamar kos.

Pasuruan, memorandum.co.id – Moch Soleh (47) asal Dusun Klakahrejo, Desa Galih, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, ditemukan tak bernyawa di dalam kamar kos di Kelurahan Kersikan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Korban belum genap sepuluh hari menepati rumah kos tersebut.

Jasad korban ditemukan awalnya oleh warga setempat bernama M Alzam sekitar pukul 19.00, Senin (11/01/21).


Kapolsek Bangil Kompol Eko Hari Suprapto mengatakan, M Alzam merasa curiga terhadap korban yang tidak keluar dari kamar kos. Sebab, setiap pagi, korban berangkat menarik becaknya.

“Kemudian saksi menghampiri ke kamar kos korban, namun lampu kamarnya mati. Setelah itu saksi mencoba mengetuk pintu dan tidak ada jawaban,” kata Eko, Selasa (12/01/21).

Saksi pun kembali ke kamar kos untuk mengambil lampu senter dan melihat keadaan korban dengan menggunakan senter bersama rekannya.

“Saat itu korban sudah tidak bergerak atau meninggal dunia. Akhirnya saksi menghubungi pemilik kos-kosan serta kakak korban,” tuturnya.

Setelah menerima informasi tersebut, pemilik kos-kosan itu melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Bangil Polres Pasuruan.

“Setibanya petugas ditempat kejadian, melakukan olah TKP oleh team Inafis Polres Pasuruan dan Unit Reskrim Polsek Bangil. Sesuai pemeriksaan luar dari tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” terang dia.

Saat hendak dilakukan visum atau outopsi oleh petugas, masih lanjut dia, pihak keluarga menolak. Mereka membuat surat pernyataan dan menerima secara iklas kematian korban.

Sementara itu, Nur Solikin (53, kakak korban, warga Kelurahan Gempeng, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, mengungkapkan, bahwa korban setiap harinya minum obat dan mempunyai beberapa penyakit.

“Korban setiap harinya minum obat Antimo dan sering sesak nafas dan sakit lambung. Akibat insiden ini pihak keluarga juga tidak mau dilkaukan outopsi serta menerima secara iklas kematian korban,” tutup Solikin. (rdh/udi)