Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Pendidikan

Rebranding SMA Trimurti Diresmikan Gubernur Jatim

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam peresmian Rebranding SMA Trimurti

Surabaya, Memorandum.co.id – Rebranding dilakukan oleh SMA Trimurti yang bekerjasama dengan Arizona State University. Banyak perubahan dari nama SMA Trimurti menjadi Trimurti Senior High School, logo dan warnanya pun juga berubah. Tidak hanya itu saja, metode pengajaran juga ada perubahan.

Rebranding Trimurti High School dilaksanakan pada Kamis (27/11/2020) di Aula sekolah dan diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.


Menurut Khofifah, ini adalah rencana program jangka menengah provinsi, salah satunya peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia) juga kualitas sekolah. Generasi yang ditarget sudah beralih ke generasi Z.

baca juga :  Belum Tuntaskan RKAS, SMA/SMK Terancam Tak Dapat Biaya Penunjang

Dari perubahan logo ini diharapkan, siswa-siswi Trimurti Senior High School dapat memanfaatkan ilmu dan memiliki sikap baik yang nantinya dapat digunakan sebagai sumber kemakmuran di masa depan dalam mewujudkan masyarakat sejahtera, adil, makmur, dan merata.

Metode pembelajaran yaitu 5D Learning Method merupakan program landasan yang diterapkan pada siswa-siswi Trimurti Senior High School untuk belajar mengenai ilmu pengetahuan dan pendidikan karakter.

Memahami kemampuan dan potensi yang dimiliki. Serangkaian tes dirumuskan untuk menggali karakteristik yang dimiliki setiap siswa agar dapat menerima pelajaran dengan baik.

baca juga :  Belum Tuntaskan RKAS, SMA/SMK Terancam Tak Dapat Biaya Penunjang

“Logo dan nama sekolah sudah berubah, untuk metode pembelajaran juga berubah menjadi 5D Learning method yaitu penilaian, digital learning, program pengembangan, tes penjurusan, dan pengembangan peserta didik,” tutur Totok Satriyonunggal, guru Bahasa Indonesia.

“Dalam acara ini juga ada talkshow offline dan online kepada alumni-alumni SMA Trimurti dari lintas generasi,” lanjut Totok. (Mg4)

baca juga

Belum Tuntaskan RKAS, SMA/SMK Terancam Tak Dapat Biaya Penunjang

Syaifuddin