Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Surabaya

Ribuan Nakes Lansia di Surabaya Akhirnya Divaksin Covid-19

Prof Dr dr Bambang Priambodo SpB SpOT(K), salah satu tenaga kesehatan yang divaksin di Rumah Sakit Husada Utama.

Surabaya, memorandum.co.id – Tenaga   kesehatan (nakes) lansia akhirnya bisa menjalani vaksinisasi Covid-19, Senin (8/2/2021). Ini dilakukan pasca pemerintah mengizinkan pemberian vaksin Covid-19 Sinovac kepada warga berusia di atas 60 tahun.

Dari data di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, jumlah nakes lansia yang divaksin tahap I sebanyak 1.500 orang.


“Ada sekitar 1.500 nakes lansia di Surabaya. Hari ini ada di beberapa rumah sakit melakukan vaksinisasi,” ujar Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara.

Seperti yang digelar di Rumah Sakit Husada Utama (RSHU). Untuk hari pertama, terdaftar ada 12 nakes lansia.

Salah satunya, spesialis orthopedi RSHU Prof Dr dr Bambang Priambodo SpB SpOT(K). Pasca divaksin, dirinya tidak merasakan apa-apa. Bahkan, sebelumnya ia juga sudah tes swab dan mengajar offline soal orthopedi.

baca juga :  Putus Mata Rantai, Polrestabes Gelar Diskusi Mekanisme Pendistribusian Vaksin Covid-19

“Sudah ingin dari lama karena dibatasi jadi tidak bisa. Begitu ditelepon rumah sakit, saya langsung semangat untuk vaksin,” ujar Bambang yang saat ini berusia 72 tahun ini.
Menurut Bambang, dalam kondisi seperti ini, lansia seharusnya diutamakan. Sebab risiko mereka lebih tinggi. Dengan divaksin seperti ini, para lansia lebih terproteksi.

“Yang tua harusnya didulukan, supaya lebih safe. Nakes diutamakan, tua juga diutamakan. Vaksin bukan segala-galanya, meskipun divaksin harus tetap menjaga diri, protokol kesehatan juga harus diutamakan,” jelasnya.

Hal sama juga dikatakan spesialis patologi klinik, dr Leonita Anni. Dirinya sangat berharap mendapatkan vaksin Covid-19 tersebut.

“Senang banget berharap supaya nggak terkena Covid-19. Sebelumnya ingin sekali divaksin,” kata dokter usia 66 tahun ini.

baca juga :  Jelang Vaksinasi Covid-19, Plt Wali Kota dan Ketua DPRD Sempat Tensi Darah Tinggi

Leonita berharap, dengan adanya vaksin ini Covid-19 bisa segera berakhir.”Sejak awal vaksin saya ingin ikut, dulu dibatasi. Tapi setelah bisa (divaksin) saya langsung ikut. Apalagi saya tidak punya komorbid,” ujarnya.
Sedangkan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) dr Nadir Abdullah (72) mengatakan, bahwa dirinya sudah sebulan lalu mendaftarkan vaksin ini. Namun, karena faktor usia belum bisa.
“Lalu ada keterangan baru, bahwa usia 60 atas boleh. Vaksinasi harusnya untuk semua untuk mengurangi penularan. Jadwal vaksin berikutnya empat minggu,” jelas Nadir.

Sementara itu, Dirut RSHU dr Didi D Dewanto SpOG mengatakan, hari ini dilakukan vaksinasi kepada 12 dokter yang usianya di atas 60 tahun. Pemberian vaksinasi dilakukan secara bertahap kurang lebih selama tiga hari.

baca juga :  Perawat Senior Puskesmas Tongguh Bangkalan Meninggal Karena Covid-19

“Jumlah total mungkin 20 nakes lansia di RSHU. Kami jadwalkan 12 nakes lansia. Sisanya besok atau lusa tergantung ketersediaan waktu,” ujar Didi.

Menurut Didi, vaksin Sinovac ini memang perlu diberikan kepada nakes lansia. Sebab, berisiko terpapar karena masih melayani pasien.

“Mereka semua praktik di RSHU. Usia paling tua ada 84 tahun. Yang lebih utama usia 60 tahun ke atas, karena mereka lebih rawan,” jelasnya.

Untuk dosis kedua, tambah Didi akan dilakukan vaksinasi setelah 28 hari vaksin hari ini.“Vaksin lansia 28 hari sesuai anjuran dari kemenkes beda dengan sebelumnya (nakes usia 18-59 tahun, red) yang 14 hari,” pungkas Didi. (fer/udi)

baca juga

Vaksinasi,  Lansia Dijemput dengan Mobil

Syaifuddin

Vaksinasi Covid-19 Dimulai, Disuntik Pertama Kali Jokowi Ngaku Tidak Sakit

Aziz Manna Memorandum

Vaksin Covid-19 untuk Jatim Tiba Awal Januari 2021, Gubernur Siap Jadi Yang Pertama Disuntik

Agus Supriyadi