Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Ekonomi

Segera Mulai Bisnis, Jangan Menunggu

Surabaya, memorandum.co.id – Era pandemi Covid-19 ini membuka mata pelaku usaha di berbagai industri untuk mampu bersaing di ranah digital. Tak heran, transaksi digital meningkat 57% sejak awal tahun ini. Hal ini menunjukkan adanya urgensi bagi para pelaku UKM untuk memulai aktivitas bisnisnya secara online.

“Terus mencari peluang dan berinovasi,” ujar Edy Priyanto Indra Laksana, pemilik Bromo Coffee saat menjadi pembicara dalam webinar JNE Ngajak Online 2021 – Goll…Aborasi Bisnis Online 2021 Kota Probolinggo, Senin (6/9/2021).


Edy memberi tiga tips kepada para pemula bisnis. “Pertama, segera mulai bisnis, tidak perlu menunggu-nunggu. Yang kedua adalah mulai dengan modal kecil atau tanpa modal, yang ketiga adalah lakukan sendiri dan jangan percayakan bisnis anda pada orang lain terlebih dahulu,” ujar Edy.

baca juga :  Inovasi dan Transformasi Digital, Kunci UKM Bangkit di Era Pandemi

Gelaran webinar ini dibuka Putra Cahyadhi Mohammad selaku Branch Manager JNE Probolinggo. Putra. Putra berharap webinar ini mampu membuka peluang kolaborasi antar UKM, stakeholders, termasuk dengan JNE.

Mengusung tagline Connecting Happiness, tak hanya berfokus pada optimalisasi layanan JNE Probolinggo juga secara rutin melakukan berbagai kegiatan santunan masyarakat. “Adapun program-program yang kita lakukan di luar jasa pengiriman adalah berbagi sembako, menyantuni anak yatim setiap bulannya, JNE Probolinggo juga selalu mengadakan kunjungan teman-teman panti asuhan dan pesantren,” ujar Putra.

Sebagai bentuk dukungan kepada para UKM, Putra menambahkan pihaknya juga memberikan sponsorship ke para UKM di berbagai event. “Intinya JNE ingin menyambung kebahagiaan teman-teman sekalian, tidak hanya bagi UKM, tapi juga di bidang kemasyarakatan,” tambahnya.

baca juga :  Inovasi dan Transformasi Digital, Kunci UKM Bangkit di Era Pandemi

Hadir juga sebagai pembicara, Meilanny Rahayuningsih Amd.Par selaku pemilik Kaloka Handmade. Ia memaparkan kisah perjuangannya mempertahankan bisnis fesyen-nya yang terdampak pandemi.

“Pasti ada dampaknya. Selain dari penjualan, juga dari produksi. Saya sekeluarga terpapar, kemudian kita off dan ga produksi. Hal ini terus terjadi selama 6 bulanan, ga ada pameran. Kemudian kita kembali merangkak dengan memproduksi barang-barang yang terjangkau dan bisa dipakai oleh segala kalangan,” ungkapnya.

Meski sempat terdampak Covid, Meilanny mengungkap pihaknya tetap konsisten mengadakan berbagai macam promo dan bundle yang kemudian dipasarkannya melalui Facebook. Untuk memikat konsumen, Meilany berinovasi untuk memberikan free handsanitizer dan masker pada tiap bundle produknya.

baca juga :  Inovasi dan Transformasi Digital, Kunci UKM Bangkit di Era Pandemi

“Kita laba sedikit, tapi yang penting kita eksis dulu, akhirnya berjalan 3 bulan dan sangat pesat kembali temen-temen pembeli dan perusahaan,” pungkas Meilany. (gus)

Reporter : Agus Supriyadi

baca juga

Inovasi dan Transformasi Digital, Kunci UKM Bangkit di Era Pandemi

Agus Supriyadi